Ujian Itu Sebenarnya Pemberitahuan Yang Menggembirakan

Created on Friday, 06 September 2013

 


Pagi ini udara begitu cerah, angin sepoi-poi menerpa pepohonan , pasar didepan rumah banyak dikunjungi warga, hari minggu merupakan hari libur yang menyenangkan.
Deru suara motor dan tawar menawar antara penjual & pembeli terdengar sayup-sayup.
Pelan tapi pasti burung yang berada dikios penjual burung yang ada dekat rumah-pun ikut berkicau meramaikan suasana minggu yang cerah.
Saat seperti inilah kami sekeluarga mengadakan pertemuan rutin untuk saling berdiskusi, sambil menikmati makanan kecil ala kadarnya.

Antono :
Bina, Riko & Devi, coba kesini-nduk !!!

Devina :
Ada apa –pak ?

Antono :
Biasa ……….. , ayo kita diskusi lagi !!!!

Devina :
Ya-pak, Devi ke-atas. (maksudnya ke- “Saung Keluarga”)

Antono :
Ya-nduk-bapak tunggu !!!

Devina :
Wah-wah-wah.
Bapak sudah siap –ya ???

Antono :
Ya-sudah !!!
Mana kakak-kakakmu ????

Devina :
Sebentar saya panggilnya.
Mbak Bina, mas Riko & mas Okto !!!
Kemari mas , diskusi akan dimulai.

Shabrina, Riko:
Ya-dik, mbak Bina ke-Saung !!!

Bastian Okto :
Dik …….., mas Okto pagi ini nggak ikut diskusi-ya !!!
Sebab mas Okto besuk UJIAN !!!

Shabrina, Riko :
Dengan gaya lenggang-kangkung Shabrina berjalan mendekati saung, sambil senyam-senyum.
Hallo –pak !!
Aku datang ………., sudah siap dimulai-ya- !!! 

Devina :
Belum-mbak !!
Nunggu mas Okto.
Ow-ya- katanya mas Okto tidak ikut –pak, besuk ujian !!!

Antono :
Panggil saja –nduk.
Diskusi kali ini sebentar -kok .
Setelah itu silahkan belajar lagi.
Sana tolong mas Okto dipanggil !!!!

Devina :
Mas Okto, kesini sebentar mas !!!
Diskusinya hanya sebentar kok !!!, 
nanti belajarnya dilanjutkan lagi setelah selesai diskusi .

Antono :
Nah itu mas Okto kesini.

Bastian Okto :
Ya-pak , saya ikut, tapi sebentar saja- ya- diskusinya ??!!!

Antono :
Ya- Le !!!
Kalau begitu kita mulai saja-!!!
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Bastian Okto, Shabrina, Riko & Devina :
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. 

Antono :
Oww-ya-To !!!
Kamu besuk ujian- ya !!!

Bastian Okto :
Ya-pak .

Antono :
Ujian apa-tho- Le ???

Bastian Okto :
Ujian Management Project .

Antono :
Lho-kamu semester berapa –tho-Le ??

Bastian Okto :
Semester delapan-pak, semester akhir.

Antono :
Wah, kalau begitu jika semua lancar sebentar lagi kamu sarjana S1 donk !!!

Bastian Okto :
Ya-pak- doakan saja-.

Antono :
Ya- bapak doakan semoga cepat lulus dan mendapat nilai yang bagus, seperti mbak Putri –begitu-kan - Le !!

Bastian Okto :
Ya-pak- terima kasih.
Tetapi begini –lho-pak

Antono :
Lho-kenapa-Le ???

Bastian Okto :
Setiap saya menjalani ujian, kok rasanya BERAT-ya-pak.
Seakan-akan saya tidak mampu menjalani-nya !!!
Apalagi ujian yang menyangkut perjalanan hidup, bukan ujian sekolah.

Antono :
Oww- begitu-tho-Le !!!

Devina :
Sebentar –pak.
Saya kok kurang jelas-ya ???
Maksudnya mas Okto itu bagaimana-tho-pak ???

Antono :
Begini-nduk :
Ujian itu ada dua macam :
Pertama , ujian terkait pelajaran Sekolah, istilahnya ujian semesteran.
Kedua, ujian masalah perjalanan hidup manusia, misalnya putus cinta, atau sakit badan dan sebagainya.
Mas Okto tadi bilang, kalau menghadapi ujian, apalagi ujian yang terkait dengan perjalanan hidup rasanya berat sekali, sekan-akan tidak mampu menjalaninya.

Devina :
Oww- !!!
Jadi hidup itu ada ujiannya-tho-pak ??? !!!

Antono :
Lho- ada-nduk !!!
Coba kamu perhatikan, pernahkah Devi melihat ditelevisi, ada orang yang bunuh diri karena kesulitan menghadapi kehidupan !!!

Devina :
Ya-pak !!
Devi kebetulan pernah melihat di TV ada bapak-bapak yang bunuh diri dan disitu maaf –lho-pak, dilihat dari kondisi rumah bapak tersebut , kelihatan kalau kehidupannya miskin.

Antono :
Ya-itulah –nduk-perjalanan hidup.
Mumpung kamu belum merasakan kehidupan yang sebenarnya, maksud bapak mumpung kamu belum dewasa, maukah bapak beri tahu bagaimana caranya menghadapi “Ujian Kehidupan” agar menjalaninya tidak berat, bahkan akan terasa nyaman???!!!!

Bastian Okto, Shabrina, Riko & Devina :
Mau-pak !!!

Antono :
Ya-sudah kalau begitu.
Begini nduk:
Agar mudah diterima, bapak beri ilustrasi-ya ?

Devina :
Ya-pak .

Antono :
Kamu semua disekolah, pernah menghadapi ujian sekolah-kan ?

Bastian Okto :
Ya-pak.

Antono :
Bapak Tanya kepada Riko, coba dijawab.
Ujian itu yang menentukan WAKTUNYA kamu atau pak Guru ???
Maksud bapak yang menentukan Waktu Ujian itu “yang DIUJI” atau “si-PENGUJI” ???

Riko :
Yang menentukan WAKTU UJIAN ya- pak Guru, atau “si-PENGUJI”, iya-kan-pak !!!

Antono :
Ya- betul. !!!
Sekarang ganti kamu Bin- yang njawab .
Yang membuat SOAL UJIAN itu siapa, “yang DIUJI” atau “si-PENGUJI” ???

Shabrina :
Yang menentukan SOAL UJIANNYA- ya- pak Guru, atau “si-PENGUJI”, donk-pak !!!
Nanti kalau yang membuat ujian “yang DIUJI” soalnya dibuat mudah-iya-kan-pak !!!

Antono :
Ya-betul !!!
Sekarang Devi ganti yang njawab.
Yang MENGOREKSI jawaban ujian siapa-nduk ??? - “yang DIUJI” atau “si-PENGUJI” ???

Devina :
Wah-wah-wah- bapak ini –bagaimana ??
Yang mengoreksi jawaban – ya- “si-PENGUJI”, donk-pak !!!
Kalau yang mengoreksi “yang DIUJI” -nanti dibuat lulus semuanya-iya-kan-pak !!!

Antono :
Ya-betul !!!
Terakhir kamu – To -yang menjawab.
Yang menyatakan LULUS dan tidak itu siapa-Le, “yang DIUJI” atau “si-PENGUJI” ???

Bastian Okto :
Wah-wah-wah !!!
Pertanyaan mudah begitu kok ditanyakan –tho-pak ??!!
Yang menyatakan lulus atau tidak-ya- “si-PENGUJI”, donk-pak !!!.
Namun perlu diingat bahwa “si-PENGUJI” menentukan lulus atau tidak berdasarkan kwalitas jawaban dari “yang DIUJI” – iya-kan –pak ??!!!

Devina :
Maksudnya mas Okto itu bagaimana-tho-pak ??!!

Antono :
Begini –lho-nduk :
Yang BERHAK menentukan lulus atau tidak itu tetap “si-PENGUJI”, namun dasar menentukan lulus atau tidak adalah berdasarkan bagaimana jawaban dari “yang DIUJI”.
Jika jawabannya banyak yang benar maka lulus, jika jawabannya banyak yang salah maka tidak lulus.

Bastian Okto :
Ya-begitulah-Dev !!!
Sudah paham , belum ???

Devina :
Ya- saya mengerti-mas !!!

Bastian Okto :
Saya Tanya-pak.
Kenapa bapak menanyakan hal-hal tersebut ?

Antono :
Begini :
Tadi Riko bilang yang menentukan WAKTU ujian adalah “si-PENGUJI”.
Artinya kita tidak boleh MENGELUH walaupun diuji pada waktu yang tidak menguntungkan bagi kita.
Misalnya pada saat akhir bulan (kondisi tidak punya uang), tiba-tiba kita diuji sakit, sehingga perlu uang untuk pergi ke Dokter.
Sekali lagi ingat yang menentukan WAKTU ujian adalah “si-PENGUJI” atau Allah SWT., bukan manusia atau “yang DIUJI”.
Jadi –ya- TERSERAH kapan Allah menentukan waktu ujiannya, manusia tinggal menjalaninya.

Bastian Okto :
Oww-begitu-ya-pak.
Lanjutkan !!!

Antono :
Bina tadi bilang yang menentukan SOAL ujian adalah “si-PENGUJI”.
Artinya kita tidak boleh mengeluh misalnya kenapa-ya- pada waktu tidak punya uang –kok-BENTUK ujiannya MEMERLUKAN uang, misalnya harus ke Dokter.

Riko :
Ya-pak.
Lanjutkan !!!

Antono :
Tadi Devi bilang yang mengoreksi jawaban ujian adalah “si-PENGUJI”, yaitu Allah SWT bukan diri kita sendiri.
“Jawaban ujian” identik dengan “bentuk usaha” menyelesaikan ujian.
Artinya kita tidak boleh mengeluh walaupun kita MERASA sudah berusaha tetapi tetap belum berhasil.
Misalnya kita diuji sakit, walaupun kita sudah BEROBAT KEMANA-MANA tetapi belum sembuh , maka kita tidak boleh mengeluh, karena yang MENILAI USAHA kita adalah Allah SWT.

Shabrina :
Ya-pak-betul !!!

Antono :
Terakhir Okto bilang yang menentukan lulus dan tidaknya yaitu “si-PENGUJI”, atau Allah SWT.
Artinya kita tidak boleh mengeluh walaupun kita MERASA sudah berusaha tetapi tetap belum berhasil.
Misalnya kita diuji sakit, walaupun kita sudah berobat kemana-mana tetapi belum sembuh , maka kita tidak boleh mengeluh, karena yang menentukan sembuh atau tidak adalah Allah SWT.

Devina :
Jadi apa –pak bedanya antara “yang mengoreksi jawaban ujian “ dan “ yang menentukan lulus dan tidaknya” ?

Antono :
Perbedaannya adalah :
“Yang mengoreksi jawaban ujian “ itu Allah SWT, maksudnya yang menilai “KWALITAS TINGKAT USAHA KITA” adalah Allah SWT, jadi disini penekanannya terhadap USAHA kita BUKAN HASIL dari usaha.
“Yang menentukan lulus dan tidaknya” itu Allah SWT, maksudnya yang menentukan HASIL USAHA-nya adalah Allah SWT.
Dalam contoh tersebut yang disebut “hasil usaha” adalah “SEMBUH” atau “TIDAK SEMBUH”.
Dalam contoh tersebut yang disebut “kwalitas usaha” adalah “BEROBAT KEMANA-MANA”.

Bastian Okto :
Agar saya lebih jelas, coba saya simpulkan ya –pak !!

Antono :
Silahkan- Le !!!

Bastian Okto :
Kesimpulannya adalah :
1. Kapan-pun kita diuji Allah , kita tidak boleh mengeluh, karena yang menentukan WAKTU ujian adalah Allah SWT.
2. Bentuk atau Macam ujian yang bagaimana-pun kita tidak boleh mengeluh, karena yang berhak menentukan JENIS uijan atau MACAM ujian adalah Allah SWT.
3. Walaupun kita sudah merasa maksimum dalam berusaha, jika belum berhasil, kita tidak boleh mengeluh, karena yang berhak menilai usaha kita adalah Allah SWT, kalau hal ini terjadi maka kita harus merubah rasa bahwa usaha kita BELUM MAKSIMUM, masih perlu meningkatkan usaha.
4. Seandainya segala usaha telah kita lakukan, tetapi hasilnya belum berhasil, maka kita tidak boleh mengeluh, karena yang berhak menentukan BERHASIL atau BELUM BERHASIL adalah Allah SWT, kalau hal ini terjadi maka kita wajib MENERIMA hasil tersebut dan berusaha lagi agar BERHASIL.


Antono :
Ya-BETUL- Le !!!
Sekarang bapak jelaskan sisi lain dari ujian yaitu “APA-MAKSUD” Allah memberi- ujian kepada manusia .

Bastian Okto :
Ya-pak-silahkan !!!

Antono :
Berhubung kamu tadi minta agar diskusi kali ini jangan lama, karena kamu besuk ujian sekolah, maka saat ini yang bapak jelaskan salah satu maksud Allah memberi ujian kepada manusia.
Nanti setelah selesai ujian bapak jelaskan yang lain, bagaimana apakah Okto setuju ???

Bastian Okto :
Ya-pak , saya setuju !!!
Lanjutkan-pak.

Antono :
Coba buka dan baca QS 23 : 62 

Bastian Okto :
Ya-pak , begini :
23. Al Mu'minuun
62. Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran[1010], dan mereka tidak dianiaya.

Antono :
Maksud ayat tersebut adalah : Ujian yang diberikan Allah kepada manusia TIDAK AKAN MELEBIHI kemampuan manusia, ( kalimatnya adalah : “ …….. Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya…….. “ ).

Bastian Okto :
Kalau melihat makna ayat tersebut, sebenarnya manusia sangat dimungkinkan lulus kalau diuji Allah –iya-kan-pak ??

Antono :
Kenapa kamu menyatakan seperti itu-Le ?

Bastian Okto :
Sebab kemampuan manusia masih diatas dibandingkan dengan ujian yang diberikan kepada manusia.

Devina :
Nanti dulu mas !!!
Kenapa ada orang yang stress, marah-marah menghadapi ujian kehidupan, hayo bagaimana ???

Bastian Okto :
Coba bapak aja –deh-yang menjelaskan.

Antono :
Begini nduk :
Bapak beri perumpamaan –ya !!
Misalkan kemampuan manusia tingginya = 100 cm.
Bentuk ujian yang diberikan kepada manusia adalah botol minuman ini.
Padahal Allah berfirman bahwa “bentuk ujian” tidak melebihi “kemampuan” manusia.
Tolong Devi jawab pertanyaan bapak :
Agar lebih jelas bapak ulangi lagi-ya ??

Devina :
Ya-pak-silahkan.

Antono :
Diketahui :
1. Tinggi kemampuan manusia = 100 cm.
2. Bentuk ujian yang diberikan kepada manusia adalah = botol minuman.
3. Ujian yang diberikan kepada manusia TIDAK MELEBIHI kemampuan manusia atau Kemampuan manusia LEBIH TINGGI dari pada ujian.
Pertanyaannya :
Jika manusia diberi UJIAN atau diberi “botol minuman” (ujian = botol minuman), dimanakah botol minuman DITARUH atau DILETAKKAN ?
Apakah diletakkan DIATAS 100 cm (diatas seratus senti meter), misalnya = 110 cm, atau DIBAWAH 100 cm, misalnya 70 cm ?
Coba -Devi- jawab !!!

Devina :
Karena “ujian” itu TIDAK MELEBIHI kemampuan manusia maka “letak” botol minuman atau letak ujian DIBAWAH 100 cm, misalnya terletak diketinggian 70 cm, -iya-kan-pak !!!

Antono :
Betul sekali.
Tadi mas Okto bilang :
Pada saat menghadapi ujian kehidupan “MERASA” tidak mampu menjalaninya.
Iya-kan-Le ???

Bastian Okto :
Ya-pak !!

Antono :
Nah itu artinya :
Pada saat mas Okto menerima ujian, atau pada saat mas Okto menghadapi ujian, dia “MERASA KEMAMPUANNYA DIBAWAH 70 cm”, padahal SEBENARNYA kemampuan mas Okto = 100 cm.
Begitu-kan-Le ?

Bastian Okto :
Iya-pak.

Antono :
Nah kalau begitu , pertanyaan bapak :
Manakah yang benar , apakah kemampuan Okto DIBAWAH 70 cm atau kemampuan Okto = 100 cm (DIATAS 70 cm).
Ingat firman Allah bahwa “Kemampuan manusia DIATAS ujian yang diberikan kepada manusia”.

Bastian Okto :
Dengan mantap saya jawab :
SEBENARNYA kemampuan saya DIATAS 70 cm atau = 100 cm.
Dengan demikian SALAH jika saya MERASA kemampuan saya DIBAWAH 70 cm, atau DIBAWAH ujian yang diberikan Allah kepada saya.

Antono :
BETUL-SEKALI !!!
Nah karena kemampuan kita yang BENAR adalah DIATAS ujian, maka BENTUK ujian yang diberikan Allah kepada manusia itu SEBENARNYA MERUPAKAN SUATU PEMBERITAHUAN yang MENGGEMBIRAKAN kepada manusia.

Bastian Okto :
Pemberitahuan yang bagaimana-pak ???

Antono :
Agar lebih mudah maka “pemberitahuan” tersebut bapak bunyikan sebagai berikut :
“Wahai manusia, SEBENARNYA kemampuan-mu ada diketinggian = 100 cm, kamu jangan MERASA kemampuam-mu diketinggian DIBAWAH 70 cm, oleh karena itu “lewati” saja ketinggian 70 cm, menuju-lah diketinggian 100 cm “.
Dengan kata lain, “ujian” tersebut diganti menjadi “suatu pemberitahuan yang menggembirakan”, yaitu pemberitahuan bahwa “kemampuan” kita BUKAN DIBAWAH ujian, tetapi DIATAS ujian.
Dalam contoh tersebut kemampuan kita diketinggian = 100 cm, BUKAN DIBAWAH ketinggian 70 cm.

Bastian Okto :
Oww- kalau begitu UJIANNYA telah HILANG-donk-pak !!!

Antono :
Coba jelaskan kenapa ujiannya menjadi hilang.

Bastian Okto :
Ujiannya HILANG karena telah DIGANTI menjadi SUATU PEMBERITAHUAN YANG MENGGEMBIRAKAN.

Antono :
Nah- BETUL – SEKALI !!!!
Coba jawab pertanyaan bapak :
Kalau kita mendapatkan “SUATU PEMBERITAHUAN YANG MENGGEMBIRAKAN”, bagaimana yang BENAR apakah kita MENGELUH atau BERSYUKUR ???

Bastian Okto :
Ya-tentunya- harus BERSYUKUR-donk-pak !!!

Antono :
Betul-sekali.
Nah coba sekarang Okto jawab & peragakan :
Dapatkah Okto BERSYUKUR dengan ekspresi SEDIH , atau MARAH-MARAH ???

Bastian Okto :
Wah-wah-wah.
Ya-NGGAK-bisa-donk-pak .
BERSYUKUR PASTI dalam ekspresi SENANG atau GEMBIRA.

Antono :
Nah sekarang terbukti-kan-Le ??
Orang DIUJI itu SEBENARNYA harus GEMBIRA atau SENANG ???

Bastian Okto :
Ya-pak !!!

Antono :
Nah mulai sekarang marilah kita BERLATIH, saat menerima UJIAN kita terima dengan SENANG, GEMBIRA dan akhirnya-terasa NYAMAN .

Bastian Okto :
Bagaimana caranya –pak-agar kita mampu melakukan hal tersebut ?

Antono :
Salah satunya cara silahkan MERUBAH PARADIGMA atau baca diskusi yang kemarin yang berjudul “MEMANFAATKAN SYETAN UNTUK BERIBADAH” atau klik :
http://www.ridhoallah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=168&Itemid=139
( daftar isi nomer : 17 ).

Bastian Okto :
Ya-pak.
Agar Devi dan yang lain mengerti coba Devi simpulkan hasil diskusi pagi ini.

Antono :
Ya-silahkan.

Devina :
Kesimpulan :
1. Ujian itu datangnya dari Allah SWT, sehingga kita TIDAK BOLEH MENGELUH baik terkait WAKTU ujian, BENTUK ujian, USAHA kita yang masih perlu ditingkatkan dan HASIL usaha yang belum berhasil.
2. Ujian itu TIDAK MELEBIHI kemampuan manusia.
3. Ujian itu menjadi TIDAK ADA karena diganti SUATU PEMBERITAHUAN YANG MENGGEMBIRAKAN.
4. Karena ujian telah BERUBAH menjadi SUATU PEMBERITAHUAN YANG MENGGEMBIRAKAN, maka sudah SELAYAKNYA kita BERSYUKUR saat menerima UJIAN.
5. BERSYUKUR tidak mungkin dengan ekspresi SEDIH atau MARAH-MARAH (emosional), berarti kita menghadapi ujian menjadi SENANG, GEMBIRA dan akhirnya merasa NYAMAN.

Antono :
Wah- bapak bangga-nduk, kamu dapat menyimpulkan seperti itu, artinya harapan bapak mulai sekarang Devi HARUS TABAH - menerima ujian, jangan CEMBERUT saat menghadapi ujian -iya-kan-Dev ???

Bastian Okto, Shabrina, riko & Devina :
Iya-pak, insya allah !!!!

Antono :
Ya- sudah kalau begitu.
Sebelum bapak tutup, agar lebih mantap bahwa “ANGGAPAN menurut manusia itu BELUM TENTU BENAR”, seperti halnya menganggap dirinya “MERASA KEMAMPUANNYA LEBIH RENDAH dari UJIAN”, silahkan baca diskusi kita yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHOLAT KITA” atau klik :
http://www.ridhoallah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=168&Itemid=139
( daftar isi nomer : 10 ).

Bastian Okto :
Ya-pak .

Antono :
Ya-sudah.
Kalau begitu agar mas Okto segera belajar lagi, diskusi ini kita tutup dulu- ya ?
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Bastian Okto, Shabrina, riko & Devina :
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Jadwal Pengajian seluruh cabang Ridho Allah untuk sementara di liburkan selama bulan Ramadhan. Aktifitas di saung setiap hari selama bulan Ramadhan: Ifthar, Sholat Magrib, Shalat Isya, Tarawih Berjamaah & Tadarus Qur'an
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H, Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan
iklan1
iklan 2
iklan3
Wednesday the 13th. Keluarga Besar Ridho Allah 2013