Menuju Sholat Khusyuk bag.3

Created on Friday, 06 September 2013

 


Bahasan ini merupakan kelanjutan dari bahasan MENUJU SHOLAT KHUSYUK BAGIAN PERTAMA & KEDUA .
Materi yang telah dibahas pada bagian pertama & kedua adalah DIFINISI sholat dan yang terkait dengan:
• Rasa – MENGHADAP ALLAH.
• Sholat yang dilakukan dengan PENUH KESOPANAN, TENANG, PELAN-PELAN atau TIDAK TERGESA-GESA bahkan ditambah lagi dengan penuh PERASAAN dalam menghayati SETIAP GERAKAN yang dilakukan, merupakan cara untuk MENJAGA agar Rasa- MENGHADAP ALLAH dapat TERJAGA dengan baik.
Cara MENJAGA Rasa Menghadap Allah dan cara MENUJU KHUSYUK lainnya akan dibahas pada serial MENUJU SHOLAT KHUSYUK BAGIAN SELANJUTNYA.
Mengenai MASALAH KEHIDUPAN yang biasa kita hadapi dalam kehidupan kita sehari-hari akan kami bahas dalam SERIAL-OBROLAN-MASALAH KEHIDUPAN, yang merupakan kelanjutan dari serial MENUJU SHOLAT KHUSYUK.
Selamat MENIKMATI sajian kami , semoga ada manfaatnya, amien. 

Antono
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Bisa kita lanjutkan bahasan mengenai Menuju Sholat Khusyuk, - mas - ?

Oke Setiawan
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. 

Bisa – pak , tetapi saya panggilnya dulu putra-putri bapak.

Antono
Ya- silahkan.

Oke Setiawan
Mbak Bina …., dik Riko…. dan dik Devi ….- hayo kumpul lagi.
Bapak mau mulai ceritera lagi – lho ?

Shabrina, Riko & Devina
Ya – om !!!!

Oke Setiawan
O-ya-pak.
Sebelum kita mulai pembahasan kali ini, tadi waktu istirahat, saya terima telpon dari Bandung, bahwa ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan, sehingga saya mohon maaf nanti selesai pembahasan saya PAMIT dulu, pulang ke Bandung.
Insya allah lain waktu saya akan silaturahmi lagi, atau kalau saya ingin ngaji lagi saya akan kontak bapak melalui facebook seperti yang kita lakukan , bagaimana , nggak apa-apa – kan – pak?

Antono
Ya- nggak apa-apa-lah- mas .
Mas Oke –kan –mempunyai tanggungan pekerjaan yang harus diselesaikan, sehingga utamakan dulu pekerjaan tersebut agar tidak mengecewakan PELANGGAN.

Oke Setiawan
Wah-wah-wah.
Bapak ini seperti menjelaskan ISO-2000- aja.
Pakai-pakai- PELANGGAN-segala !!!!.

Antono
Lha-i-ya-lah-mas.
Saya –kan –biasa menunggu WARUNG KELONTONG istri saya, sehingga setiap saat selalu bersinggungan dengan PELANGGAN.

Oke Setiawan
O-ya-pak.
Berbicara mengenai ISO – 2000 – dan yang sejenisnya.
Semua itu-kan- untuk kepentingan duniawi-ya-pak?
Saya Tanya ,pak , tapi maaf lho kalau pertanyaan saya ini dianggap meng-ada-ada.

Antono
Coba tanyakan saja –mas- siapa tahu saya dapat membantu memberi tambahan informasi.

Oke Setiawan
Begini-pak :
Ada-nggak , sejenis ISO atau-apalah namanya tetapi fungsi-nya untuk meningkatkan kwalitas hidup manusia baik untuk kepentingan DUNIA maupun kepentingan AKHERAT ?

Antono
Begini mas :
Insya allah lain waktu saya akan mencoba membahas PRINSIP HIDUP sehingga kwalitas hidup kita meningkat tentunya agar hidup kita bahagia baik di dunia maupun di akherat, tetapi BUKAN – ISO- lho- mas ?.
Tetapi kalau mas Oke Setiawan berkenan untuk menjadikan materi tersebut sebagai bahan PELATIHAN, seperti yang biasa dilakukan di-Hotel-hotel, yang nggak apa-apa.
Bahannya dilengkapi atau disempurnakan, penampilannya dibuat yang menarik tetapi pesan saya untuk JASA MENGAJAR-nya yang dilakukan oleh mas-Oke sebaiknya GRATIS saja, agar menjadi POHON AMAL buat mas Oke, begitu-kan-mas ?, KAPAN LAGI kita menanam Pohon Amal kalau tidak SEKARANG ?

Oke Setiawan
Ya-pak. 
Insya allah.
Tetapi kapan materi tersebut dibahas ?

Antono
Insya allah nanti setelah bahasan mengenai sholat khusyuk ini selesai

Oke Setiawan
O-ya-pak itu adik-2 sudah berjalan kesini.
Sini-dik.
Duduk disini, biar bapak segera mulai membahas kelanjutan bahasan sholat.

Devina, Shabrina & Riko
Ya-om.

Antono
LHo-kenapa kok lama nduk ?

Devina
Anu-pak.
Tadi Devi baru ndengerin ceritera mas Okto.

Antono
Lho- mas-Okto sudah pulang kuliah -tho- nduk ?

Devina
Sudah-pak !!!

Antono
Ow- kalau begitu- suruh ikut kesini, biar menemani om Oke membahas masalah sholat.

Devina
Ya-pak .
Kalau begitu Devi panggil- ya-pak ?

Antono
Ya- diteriakin aja nggak usah Devi datangi.

Devina
Ya-pak.
Mas Okto,…. kesini – mas !!! …- bapak panggil.

Bastian Okto
Ya- Dev-sebentar.
Mas Okto ganti baju dulu.

Oke Setiawan
Lho-pak.
Mas Okto itu sekarang semester berapa ?

Antono
Semester delapan.

Bastian Okto
Ada apa pak !!!

Antono
Sini- duduk sini.
Ikut membahas masalah sholat sekaligus menemani - om –Oke.
Penting lho-Le –sholat itu ?
(“Le”- itu panggilan anak laki-laki, kalau perempuan manggilnya “Nduk”)

Bastian Okto
Ya-pak.
Dimulai saja-pak.

Antono
Karena mas Okto baru mengikuti sekarang maka agar pembahasan ini nyambung, baiknya saya simpulkan dulu ya, pembahasan yang lalu.

Devina
Ya-pak.
Biar mas Okto nyambung- kasihan lho –pak -kalau tidak diulangi lagi kesimpulannya.
Saya khawatir , saya sih .. paham, tetapi mas Okto …. Bingung … he he he 

Bastian Okto
Wah-Devi –ngejek nih –ye.
Nggak usah khawatir dik, Insya allah mas Okto dapat mengikuti.
Percaya aja.
Ya-sudah-pak.
Coba simpulkan apa yang menjadi hasil dari bahasan sebelumnya.

Antono
Begini Kesimpulannya :
Sholat adalah Menghadap Allah SWT, Menyampaikan Bacaan sholat dalam Bahasa Arab dan harus memenuhi Rukun dan Syaratnya sholat, hukumnya ada yang Wajib dan ada yang Sunah.
Agar dapat “Menghadap” Allah maka pada waktu menjalankan sholat munculkan RASA MENGHADAP kepada Allah atau kalau tidak mampu memunculkan RASA MENGHADAP maka munculkan Rasa DIAWASI Allah.
Yang dimaksud “MENYAMPAIKAN” adalah kita harus mengerti apa yang AKAN disampaikan sebelum hal tersebut DIUCAPKAN.
Didalam Rukun dan Syaratnya sholat ada satu hal yang penting yaitu TUMA’NINAH. Tuma’ninah adalah berhenti sejenak diantara dua gerakan. Fungsi Tuma’ninah adalah untuk mempertahankan agar kondisi kita tetap merasa “MENGHADAP atau tetap merasa DIAWASI Allah”.
Yang dimaksud Wajib adalah kita HARUS MELAKUKAN apa yang diperintahkan Allah.
Yang dimaksud Sunah adalah boleh menjalankan atau boleh tidak menjalankan.
Sholat itu terdiri dari GERAKAN & UCAPAN.
GERAKAN & UCAPAN Sholat Harus memenuhi Rukun & Syaratnya Sholat.
Hal ini sudah ada “KETENTUAN YANG BENAR & SUDAH BAKU” yang HARUS diikuti oleh umatnya Rasulullah SAW.
Siapa saja yang mengaku umatnya Rasulullah harus bersedia mengikuti “KETENTUAN YANG BENAR & SUDAH BAKU” tersebut agar berada dijalan yang BENAR.
Agar RASA “MENGHADAP Allah” tetap TERJAGA maka lakukan Gerakan sholat dengan :
PENUH dengan KESOPANAN, TENANG, PELAN-PELAN atau TIDAK TERGESA-GESA bahkan ditambah lagi dengan penuh PERASAAN untuk menghayati SETIAP GERAKAN yang dilakukan.
Sebagai tambahan:
TOLOK UKUR-bahwa Sholat kita mulai meningkat kwalitasnya adalah :
Selesai sholat RASANYA-PLONG,TIDAK LELAH, dan SEGAR ,serta mulai merasa SENANG melakukan Sholat.
Munculnya rasa LELAH dan TIDAK PLONG disebabkan kita merasa TERPAKSA pada saat melakukan sholat, atau TIDAK atau KURANG IKHLAS saat melakukan sholat.
Akibat KURANG atau TIDAK IKHLAS maka kita TIDAK LOLOS dari godaan Iblis.

Bastian Okto
Sesuai penjelasan bapak TUMA’NINAH fungsinya untuk menjaga Rasa Menghadap Allah, selama kita melaksanakan sholat.
Sholat terdiri dari GERAKAN & UCAPAN.
Berarti TUMA’NINAH berfungsi menjaga Rasa Menghadap Allah selama kita melakukan GERAKAN dalam melakukan sholat , dan hal ini sudah Bapak jelaskan yaitu selama melakukan sholat harus kita lakukan dengan Gerakan : PENUH dengan KESOPANAN, TENANG, PELAN-PELAN atau TIDAK TERGESA-GESA bahkan ditambah lagi dengan penuh PERASAAN untuk menghayati SETIAP GERAKAN yang dilakukan.
Gerakan sholat itu dimulai dari Berdiri (niat), takbirlatulihram , dan seterusnya dan diakhiri salam kekanan dan kekiri.
Berhubung TUMA’NINAH itu BERHENTI SEJENAK diantara dua Gerakan, dan Fungsi TUMA’NINAH itu untuk menjaga rasa Menghadap Allah, maka tolong jelaskan pak, bagaimana pelaksanaan TUMA’NINAH selama melakukan sholat.

Antono
Ow-maksud Okto, bagaimana PRAKTEK-nya melakukan TUMA’NINAH selama kita melakukan sholat, tetapi dengan TUMA’NINAH tersebut Rasa Menghadap Allah selama melakukan sholat TERJAGA dengan baik.
Begitu- tho- Le ? 

Bastian Okto
I-ya-pak.

Antono
Ow-ya .
Kalau begitu kita minta tolong mas Oke, biar memperagakan Gerakan sholat.
Bagaimana mas Oke , apakah bersedia.

Oke Setiawan
Siap-pak.

Antono
Kalau begitu silahkan mas Oke BERDIRI.
Kita peragakan Gerakan setahap demi setahap, agar jelas.
Gerakan Pertama : 
Gerakan yang dimulai Berdiri saat Niat sholat kemudian TAKBIRRATULIHRAM dan diakhiri TANGAN BERSEDEKAP.
Letak TUMA’NINAH-nya (BERHENTI SEJENAK) adalah pada saat telapak tangan berada disamping kepala.
Pada saat mengangkat kedua telapak tangan , kerjakan dengan pelan-pelan.
Dan pada saat telapak tangan berada disamping kepala, maka tahan beberapa saat kedua telapak tangan tersebut (tunggu sampai HATI terasa TENANG, biasanya kurang lebih tiga detik), setelah itu turunkan pelan-pelan dan Bersedekaplah.

Oke Setiawan
Saya mulai-ya-pak?

Antono
Silahkan.

Oke Setiawan
Gerakan yang dilakukan adalah :
1. Berdiri, menghadap “Kiblat” dan muka melihat tempat sujud dengan mata TERBUKA, bukan tertutup, kemudian diteruskan NIAT mengerjakan sholat.
2. Sambil mengucapkan “Allahuakbar “, mengangkat kedua telapak tangan dengan pelan, tenang & tidak tergesa-gesa, (sekali lagi jangan melakukan mengangkat telapak tangan dengan CEPAT, karena mengangkat tangan dengan CEPAT menyebabkan PIKIRAN kita diajak”jalan-jalan” kemana-mana) setelah kedua telapak tangan sampai disamping kepala, maka TAHAN, atau “BERHENTI SEJENAK” atau disebut “TUMA’NINAH”untuk beberapa saat, menunggu HATI sampai terasa TENANG ( “biasanya” kurang lebih tiga detik).
3. Setelah HATI terasa TENANG, maka turunkan kedua telapak tangan dengan PELAN-PELAN, JANGAN TERGESA-GESA, agar rasa Menghadap Allah, tetap dapat terjaga dengan baik, kemudian BERSEDEKAP.

Bastian Okto
Pak – pada gerakan tahap pertama ini , berarti “TUMA’NINAH”-nya hanya SEKALI –ya-?

Devina, Shabrina & Riko
Ya-jelas donk-mas ?

Bastian Okto
Dev, kok kamu bilang “ya-jelas donk-mas “, itu bagaimana, coba tunjuk-kan ke mas Okto dimana letak “TUMA’NINAH”-nya ?

Devina
Itu-lho-mas !!!
Saat kedua telapak tangan DITAHAN SEJENAK atau BERHENTI SEJENAK saat berada disamping kepala.

Bastian Okto
Hayo, kalau kamu mengetahui, berapa lama “BERHENTI SEJENAKNYA” ?

Devina
Kedua telapak tangannya DITAHAN atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG, kalau dihitung pakai detik, biasanya kurang lebih TIGA detik.
Betul-kan-mas ? 

Bastian Okto
Ya-betul.
Kamu BETUL-Dev !!!

Oke Setiawan
Sekarang bagaimana GERAKAN tahap Kedua- pak ?

Antono
Gerakan tahap Kedua :
Gerakan tahap Kedua ini dimulai dari BERDIRI dengan kedua tangan BERSEDEKAP kemudian diakhiri dengan posisi RUKUK.
Urutan gerakan tahap kedua adalah :
Gerakan dimulai dari kita Berdiri dengan kedua telapak tangan BERSEDEKAP, kemudian sambil mengucapkan “Allahuakbar “ dilanjutkan mengangkat kedua telapak tangan sampai disamping kepala, kemudian kedua telapak tangan DITAHAN, BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG (seperti saat “Takbirratulihram” dan hal ini merupakan wujud “TUMA’NINAH”-pertama pada gerakan tahap kedua), kemudian turunkan kedua telapak tangan, sampai kedua telapak tangan “TERGANTUNG BEBAS” serta TAHAN , atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG (hal ini merupakan wujud “TUMA’NINAH”-kedua pada gerakan tahap kedua), selanjutnya gerak-kan kedua telapak tangan menuju PAHA KAKI sedemikian rupa sehingga membentuk posisi “RUKUK”.

Oke Setiawan
Bisa saya mulai-pak ?

Antono
Silahkan.

Oke Setiawan
Gerakan yang dilakukan adalah :
1. Berdiri dengan posisi kedua telapak tangan BERSEDEKAP.
2. Selanjutnya sambil mengucapkan “Allahuakbar “ dilanjutkan mengangkat kedua telapak tangan sampai disamping kepala, kemudian kedua telapak tangan DITAHAN, BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG (seperti saat “Takbirratulihram”). Saat mengangkat kedua telapak tangan lakukan-lah dengan PELAN, TENANG, TIDAK TERGESA-GESA, hal ini dilakukan untuk menjaga agar RASA -MENGHADAP Allah tetap TERJAGA dengan baik. Jika dilakukan dengan TERGESA-GESA maka PIKIRAN kita akan diajak-“jalan-jalan” ke-mana-mana.
3. Setelah rasa TENANG telah dicapai, maka turunkan kedua telapak tangan sampai posisi kedua telapak tangan MENGGANTUNG DENGAN BEBAS dan TAHAN, atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG, ingat gerakan ini lakukanlah dengan PELAN, TENANG, TIDAK TERGESA-GESA, hal ini dilakukan untuk menjaga agar RASA -MENGHADAP Allah tetap TERJAGA dengan baik. Jika dilakukan dengan TERGESA-GESA maka PIKIRAN kita akan diajak-“jalan-jalan” ke-mana-mana.
4. Setelah Rasa TENANG telah dicapai, maka lanjutkan gerakan berikutnya yaitu gerak-kan kedua telapak tangan kearah PAHA KAKI sedemikian rupa sehingga posisi akhir adalah posisi “RUKUK” dan sekali lagi lakukan gerakan ini dengan PELAN, TENANG, TIDAK TERGESA-GESA, hal ini dilakukan untuk menjaga agar RASA -MENGHADAP Allah tetap TERJAGA dengan baik. Jika dilakukan dengan TERGESA-GESA maka PIKIRAN kita akan diajak-“jalan-jalan” ke-mana-mana.

Bastian Okto
Coba Riko, Bina atau Devi, mas Okto Tanya.
Didalam gerakan tahap kedua ini berapa kali “TUMA’NINAH”-nya dan dimana saja “LETAK” Tuma’ninah-nya ?.
Hayo, siapa yang dapat menjawab !!!!

Riko
Saya tahu, mas.
Jumlah “TUMA’NINAH”-nya ada DUA kali.
Adapun “LETAK”-nya :
Pertama :
Saat kedua telapak tangan berada DISAMPING KEPALA.
Kedua telapak tangan DITAHAN atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG.
Kedua :
Saat kedua telapak tangan TERGANTUNG BEBAS, yaitu SETELAH Tuma’ninah pertama dilakukan tetapi SEBELUM- posisi Rukuk.
Bagaimana-mas, betul-nggak ?

Bastian Okto
BETUL.

Shabrina
Menurut saya jawaban dik Riko BELUM LENGKAP- mas !!!!

Bastian Okto
Lho- apanya- yang belum lengkap Bin !!!!

Shabrina
Wah-wah-wah.
Mas Okto ini bagaimana, ini SANGAT PENTING mas ?

Bastian Okto
Coba sebutkan.
Apanya yang PENTING !!!

Shabrina
Yang PENTING adalah :
SETIAP GERAKAN HARUS dilakukan dengan PELAN, TENANG, TIDAK TERGESA-GESA, hal ini dilakukan untuk menjaga agar RASA -MENGHADAP Allah tetap TERJAGA dengan baik. Jika dilakukan dengan TERGESA-GESA maka PIKIRAN kita akan diajak-“jalan-jalan” ke-mana-mana.
Begitu mas !!!!

Bastian Okto
Ya-iya-lah-Bin.
Itu memang HARUS, karena Sholat itu “MENGHADAP ALLAH”, berarti pikiran-nya TIDAK BOLEH “jalan-jalan” ke-mana-mana.

Antono
Saya kira Gerakan sampai Tahap Kedua ini sudah jelas-kan ?

Oke Setiawan
Sudah-pak.
Silahkan dilanjutkan Gerakan Tahap Ketiga.

Antono
Gerakan Tahap Ketiga.
Gerakan ini dimulai pada posisi RUKUK kemudian diakhiri pada posisi SUJUD.
Urutan gerakan tahap Ketiga adalah :
Gerakan dimulai dari posisi RUKUK, kemudian MENEGAKKAN BADAN sampai Posisi kedua telapan tangan kita TERGANTUNG BEBAS (seperti saat akan menuju posisi Rukuk pada Gerakan tahap Kedua).
Pada posisi ini (kedua tangan TERGANTUNG BEBAS) TAHAN, atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG (hal ini merupakan wujud “TUMA’NINAH”- pertama- pada gerakan tahap ketiga), kemudian sambil mengucapkan “Samiallahuliman hamidah”, angkatlah kedua telapak tangan sampai disamping kepala dan TAHAN, atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG (hal ini merupakan wujud “TUMA’NINAH”- kedua- pada gerakan tahap ketiga), setelah HATI sudah TENANG kemudian turunkan kedua telapak tangan sampai posisi kedua telapak tangan TERGANTUNG BEBAS , TAHAN, atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG (hal ini merupakan wujud “TUMA’NINAH”- Ketiga- pada gerakan tahap ketiga), kemudian dilanjutkan mengucapkan robbana lakalhamdu dan seterusnya sampai bacaan selesai, kemudian dilanjutkan ke posisi SUJUD.
Sekali lagi lakukan semua gerakan tersebut dengan PELAN, TENANG, TIDAK TERGESA-GESA, hal ini dilakukan untuk menjaga agar RASA -MENGHADAP Allah tetap TERJAGA dengan baik. Jika dilakukan dengan TERGESA-GESA maka PIKIRAN kita akan diajak-“jalan-jalan” ke-mana-mana.

Oke Setiawan
Bisa saya mulai-pak ?

Antono
Silahkan.

Oke Setiawan
Gerakan yang dilakukan adalah :
1. Gerakan dimulai dari posisi RUKUK.
2. Kemudian MENEGAKKAN BADAN sampai Posisi kedua telapak tangan kita TERGANTUNG BEBAS (seperti saat akan menuju posisi Rukuk pada Gerakan tahap Kedua), dan TAHAN, atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG
3. Setelah HATI terasa TENANG kemudian sambil mengucapkan “Samiallahuliman hamidah”, angkatlah kedua telapak tangan sampai disamping kepala dan TAHAN, atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG.
4. Setelah HATI sudah TENANG kemudian turunkan kedua telapak tangan sampai posisi kedua telapak tangan TERGANTUNG BEBAS , TAHAN, atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG.
5. Setelah HATI terasa TENANG kemudian dilanjutkan mengucapkan robbana lakalhamdu dan seterusnya sampai bacaan selesai, kemudian dilanjutkan ke posisi SUJUD.
Lakukan semua gerakan tersebut dengan PELAN, TENANG, TIDAK TERGESA-GESA, hal ini dilakukan untuk menjaga agar RASA -MENGHADAP Allah tetap TERJAGA dengan baik. Jika dilakukan dengan TERGESA-GESA maka PIKIRAN kita akan diajak-“jalan-jalan” ke-mana-mana.

Bastian Okto
Bin, kamu memperhatikan-nggak , apa yang dilakukan om Oke , gerakan tahap Ketiga yang baru saja diperagakan ?

Shabrina
Saya perhatikan, mas !!!!

Bastian Okto
Jika kamu memperhatikan dengan benar –gerakan tahap Ketiga ini, coba mas Okto Tanya.
Berapa kali jumlah “TUMA’NINAH”-nya dan dimana saja “LETAK”-nya.

Shabrina
Dalam gerakan tahap Ketiga ini, jumlah “TUMA’NINAH”-nya ada TIGA dan “LETAK”-nya adalah :
1. Pada posisi BADAN BERDIRI TEGAK & kedua tangan TERGANTUNG BEBAS. Posisi ini terjadi SETELAH posisi RUKUK.
2. Pada posisi BADAN BERDIRI TEGAK & kedua telapak tangan berada DISAMPING KEPALA (seperti “Takbirratulihram”). Posisi ini terjadi SETELAH kedua tangan yang TERGANTUNG BEBAS digerakkan , diangkat sampai DISAMPING KEPALA.
3. Pada posisi BADAN BERDIRI TEGAK & kedua tangan TERGANTUNG BEBAS. Posisi ini terjadi SETELAH posisi yang semula kedua telapak tangan berada DISAMPING KEPALA (Tuma’ninah kedua) , kemudian digerakkan turun kebawah sampai kedua telapak tangan TERGANTUNG BEBAS .

Antono
Sebelum kita lanjutkan , Gerakan tahap Keempat, apakah ada pertanyaan ?

Oke Setiawan
Untuk sementara belum, pak.
Silahkan dilanjutkan, gerakan tahap keempat.

Antono
Baik-lah kita lanjutkan , Gerakan Tahap Keempat.
Gerakan tahap keempat dimulai dari posisi SUJUD, kemudian dilanjutkan posisi DUDUK DIANTARA DUA SUJUD, kemudian posisi SUJUD lagi dan diakhiri posisi BERDIRI dengan tangan BERSEDEKAP.
Urutan gerakan tahap Keempat adalah :
Diawali dengan posisi SUJUD.
Setelah selesai mengucapkan bacaan SUJUD, kemudian dilanjutkan gerakan ke posisi DUDUK DIANTARA DUA SUJUD.
Setelah selesai mengucapkan bacaan DUDUK DIANTARA DUA SUJUD, kemudian dilanjutkan gerakan ke posisi SUJUD.
Setelah selesai mengucapkan bacaan SUJUD, kemudian dilanjutkan gerakan ke posisi BERDIRI dengan tangan BERSEDEKAP.
Yang perlu diperhatikan adalah , ada DUA ( 2 ) macam gerakan untuk menuju tangan BERSEDEKAP.

Kondisi pertama adalah :
Setelah kondisi BERDIRI, LANGSUNG BERSEDEKAP, atau TIDAK PERLU MENGANGKAT kedua telapak tangan sampai DISAMPING Kepala (seperti “Takbirratulihram”).
Untuk kondisi ini maka pada saat BERDIRI, posisikan KEDUA TANGAN TERGANTUNG BEBAS, TAHAN BEBERAPA SAAT atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG, setelah itu lakukan gerakan kedua telapak tangan BERSEDEKAP.

Kondisi Kedua adalah :
Setelah kondisi BERDIRI, TIDAK LANGSUNG BERSEDEKAP, TETAPI terlebih dahulu MENGANGKAT kedua telapak tangan sampai DISAMPING Kepala (seperti “Takbirratulihram”) dan TAHAN BEBERAPA SAAT atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG, setelah itu BERSEDEKAP.

Berhubung Gerakan sholat itu sebenarnya satu rekaat diulang-ulang maka uraian Gerakan sholat hanya sampai Gerakan Tahap keempat saja.

Oke Setiawan
Bisa saya mulai-pak ?

Antono
Silahkan.

Oke Setiawan
Gerakan yang dilakukan adalah :
1. Diawali dengan posisi SUJUD.
2. Setelah selesai mengucapkan bacaan SUJUD, kemudian dilanjutkan gerakan ke posisi DUDUK DIANTARA DUA SUJUD.
3. Setelah selesai mengucapkan bacaan DUDUK DIANTARA DUA SUJUD, kemudian dilanjutkan gerakan ke posisi SUJUD.
4. Setelah selesai mengucapkan bacaan SUJUD, kemudian dilanjutkan gerakan ke posisi BERDIRI dengan kedua telapak tangan TERGANTUNG BEBAS, TAHAN BEBERAPA SAAT atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG, setelah itu lakukan gerakan kedua telapak tangan BERSEDEKAP. Atau Setelah selesai mengucapkan bacaan SUJUD, kemudian dilanjutkan gerakan ke posisi BERDIRI dengan kedua telapak tangan TERGANTUNG BEBAS, TAHAN BEBERAPA SAAT atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG, setelah itu lakukan gerakan MENGANGKAT kedua telapak tangan sampai DISAMPING Kepala (seperti “Takbirratulihram”) dan TAHAN BEBERAPA SAAT atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG, setelah itu BERSEDEKAP.

Devina
Mbak Bina, … Kalau begitu menurut Devi , dalam Gerakan tahap Keempat ini jumlah “TUMA’NINAH”-nya ada yang SATU dan ada yang DUA.
Jika memilih SATU “Tuma’ninah” maka setelah posisi BERDIRI, kedua telapak tangan TERGANTUNG BEBAS, kemudian MENAHAN BEBERAPA SAAT atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG, setelah itu lakukan gerakan kedua telapak tangan BERSEDEKAP.

Jika memilih DUA “Tuma’ninah” maka setelah setelah posisi BERDIRI, kedua telapak tangan TERGANTUNG BEBAS, kemudian MENAHAN BEBERAPA SAAT atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG, setelah itu lakukan gerakan MENGANGKAT kedua telapak tangan sampai DISAMPING Kepala (seperti “Takbirratulihram”) dan TAHAN BEBERAPA SAAT atau BERHENTI SEJENAK sampai HATI terasa TENANG, setelah itu BERSEDEKAP.

Shabrina
Ya-betul-Dev !!!

Antono
Apakah Riko, mas Oke Setiawan, Okto , sudah jelas ?
Jika sudah jelas maka bahasan kali ini kita cukup-kan sekian dulu, nanti dilanjutkan lagi, setelah kita istirahat. 

Oke Setiawan
Begini pak :
Setelah saya ikuti penjelasan & peragaan sholat mulai gerakan tahap pertama sampai dengan gerakan tahap ke empat, muncul pertanyaan dipikiran saya.
Apabila sholat dilakukan seperti ini maka akan membutuhkan waktu pelaksanaan sholat yang lebih lama, lantas bagaimana kalau kita BERJAMAAH ?, apa tidak mengganggu orang lain ?

Bastian Okto
Maaf –pak kalau pertanyaan dari saya mungkin cukup sensitive, kira-kira bapak TERSINGGUNG- nggak ?

Antono
Sampaikan saja- Le-, nggak apa-apa, Insya allah bapak tidak tersinggung.

Bastian Okto
Kenapa , bapak BERANI menyampaikan “TEORI” sholat seperti ini ?

Antono
Maksudmu bagaimana – Le- ?

Bastian Okto
Apakah bapak tidak takut salah ?

Antono
Begini – Le, berhubung jawaban pertanyaan-mu itu diperlukan KETENANGAN dalam MENCERNA, maka jawaban akan bapak sampaikan setelah istirahat dulu, biar kondisi kita lebih tenang, maklum perut bapak sudah saatnya diisi.
Bahkan bahasan lainnya yang terkait sholat masih banyak, sehingga masih diperlukan waktu untuk bahasan lainnya seperti apa saja yang sudah kita sampaikan terdahulu, seperti “Mengapa Allah SWT memberi perintah sholat kepada manusia ?”, kemudian bagaimana strategi agar kita mau melakukan solat ? dan sebagainya. Insya allah bahasan ini dapat lebih meningkatkan kwalitas sholat kita
Bagaimana kamu -setuju - Le ?

Bastian Okto
Ya-pak.

Antono
Bagaimana kalau mas Oke , setuju nggak kalau untuk sementara ini kita istirahat dulu, nanti dilanjutkan lagi.

Oke Setiawan
Kalau saya begini – pak.
Berhubung ada pekerjaan yang harus saya selesaikan di Bandung maka, saya mohon maaf, saya PAMIT dulu, nanti Insya allah lain waktu saya akan silaturahmi lagi atau saya akan ngaji melalui chating.

Antono
O-ya-mas.
Sebelum mas Oke pulang ke Bandung, kemarin nama jaringan Facebook yang mas Oke buat –kan –belum ada nama atau singkatannya.
Kebetulan ini ada beberapa usulan yang masuk, bagaimana kalau saya usulkan begini, sebelum mas Oke pulang sebaiknya jaringan tersebut kita beri nama, sehingga Okto dapat menyebar- luaskan melalui jaringan tersebut.

Oke Setiawan
Saya setuju- pak.
Apa saja sih, yang diusulkan teman-2 terhadap nama atau singkatan jaringan pengguna facebook untuk Membuat Pohon Amal ini ? 

Antono
Usulannya mengandung beberapa hal, tetapi intinya menginginkan teman-2 yang mengikuti OBROLAN ini dapat MENANAM POHON AMAL agar mendapatkan RIDHO ALLAH, melalui pemanfaatan Facebook. 

Oke Setiawan
Begini saja –pak, untuk kenang-kenangan, bagaimana kalau yang memberi nama atau memberi singkatan kita serahkan kepada “PESERTA TERKECIL” yaitu dik Devi.
Jika usulan dik Devi sudah kita anggap pantas , maka ya- kita terima.
Jika usulannya masih perlu disempurnakan, ya- kita perbaiki.
Bagaimana-bapak- setuju ?

Antono
Ya- mas- saya setuju.
Kalau begitu, coba Devi, kamu DIAM SEJENAK mohon agar diberi inspirasi.
Agar lebih tenang, sana kamu Dev duduknya bergeser ke POJOK , nanti kalau sudah dapat inspirasi kamu kesini – ya ?

Devina
Ya-pak.
Beres-pak !!!

Oke Setiawan
O-ya-pak.
Setelah saya mencoba mencari informasi dari beberapa teman, mengenai DISKUSI model OBROLAN seperti ini pada prinsipnya banyak yang senang, apa rencana bapak selanjutnya.
Maksud saya apakah bapak akan meneruskan OBROLAN model begini, atau mungkin dibuat BUKU atau yang lain ?

Antono
Rencana saya, 
Saya akan melanjutkan mengadakan OBROLAN seperti ini, anggap saja “OBROLAN KELUARGA” .
Seandainya ada teman yang ingin “MENGEMBANGKAN” –ya-silahkan.

Oke Setiawan
Apa sudah ada yang menyampaikan ke bapak , ingin “MENGEMBANGKAN” – OBROLAN seperti ini ?

Antono
Sudah-mas !!!
Ada yang merencanakan untuk acara rutin di RADIO berupa “OBROLAN TENGAH MALAM”.
Ada yang mau dijadikan Buku bacaan ringan.
Ya-saya –jawab- SILAHKAN SAJA !!!

Oke Setiawan
Coba lihat –pak.
Dik Devi tersenyum, mungkin sudah mendapatkan inspirasi.

Antono
Bagaimana, Dev.
Sudah mendapatkan inspirasi, belum ?

Devina
Sudah-pak.
Begini :
Sebelumnya saya tanya –ya-pak.
Apa-pun namanya nanti yang penting maksudnya agar “Pengguna Facebook yang mengikuti OBROLAN ini dapat sekaligus membuat Pohon Amal, agar mendapat Riho dari Allah SWT”. 
I-ya-kan pak ?

Antono
Ya – DEV.
Betul sekali.

Oke Setiawan
Ya- Dik memang begitu.
Ya sudah kalau begitu coba sampaikan apa usulan Devi mengenai nama atau singkatan jaringan pengguna facebook ini.

Devina
Begini om :
Namanya adalah :
“PARAF”
P = Pohon
A = Amal
R = Ridho
A = Allah
F = Facebooker’s
“PARAF”
Maksudnya Pengguna Facebook Memanfaatkan Facebook untuk Membuat Pohon Amal agar mendapatkan Ridho Allah SWT.

Oke Setiawan
Wah, saya kira cukup bagus –pak.
Saya setuju, kalau bapak bagaimana.

Antono
Ya- saya setuju mas !!!.
Kalau kamu bagaiman Riko, Bina & Okto ?

Riko
Saya setuju-pak.

Shabrina
Saya juga setuju-pak

Bastian Okto
Ya-ya-ya-
Saya setuju –pak.

Antono
Nah kalau begitu, nanti kalau mas Oke pulang, tugasmu Okto, sebarkan atau masukkan kejaringan “PARAF”.
Mengerti kamu ?

Bastian Okto
Mengerti dan saya sanggup menyebar-luaskan-pak !!!!

Antono
Ya- sudah kalau begitu kita istirahat dulu.
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Oke Setiawan
Sekaligus saya mohon pamit-pak.
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Jadwal Pengajian seluruh cabang Ridho Allah untuk sementara di liburkan selama bulan Ramadhan. Aktifitas di saung setiap hari selama bulan Ramadhan: Ifthar, Sholat Magrib, Shalat Isya, Tarawih Berjamaah & Tadarus Qur'an
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H, Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan
iklan1
iklan 2
iklan3
Wednesday the 13th. Keluarga Besar Ridho Allah 2013