MENYEBERANG SUNGAI ITU BERAT

Created on Friday, 06 September 2013

 

 


Antono
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Dapat kita lanjutkan mas diskusi kita?

Oke Setiawan
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. 

Silahkan pak.
Maaf pak, Materi diskusinya – kan menjawab permintaan anggota facebook yang bapak sebutkan sebelum kita istirahat-kan ?

Antono
Iya mas, yaitu mengenai kita sebagai SUBYEK atau sebagai yang melakukan perbuatan tidak baik.

Oke Setiawan
Ya benar, atau biar lebih jelas coba sekali lagi, sampaikan apa yang menjadi keinginan atau pertanyaan dari pembaca facebook- yang tergabung dalam “JARINGAN FACEBOOK PEMBUAT POHON AMAL”. 

Antono
Eh mas, tadi kok ada istilah yang cukup menarik, “JARINGAN FACEBOOK PEMBUAT POHON AMAL”, apa maksudnya mas?

Oke Setiawan
Begini lho pak
Saya kan diam-diam membuat suatu jaringan melalui facebook, yaitu memanfaatkan facebook untuk BERIBADAH, salah satu caranya adalah MENYEBARKAN materi diskusi kita ini pak.
Tentunya dengan harapan semoga menjadi POHON AMAL, sesuai yang bapak dan kita harapkan, begitu tho pak?

Antono
Ow – begitu.

Oke Setiawan
Ya-pak.
Makanya jaringan ini saya beri nama “JARINGAN FACEBOOK PEMBUAT POHON AMAL”, bapak SETUJU-kan?

Antono
Wow-wow-wow.
SANGAT SETUJU.
Kalau begitu mulai sekarang setiap selesai diskusi , langsung saja disebarkan kedalam “JARINGAN FACEBOOK PEMBUAT POHON AMAL”, ya-mas?

Oke Setiawan
Siap, pak.
Oya pak bagaimana kalau saya minta pendapat teman-2 , sebaiknya “Jaringan facebook” ini diberi nama atau disingkat apa, apakah bapak setuju?

Antono
Ya . saya setuju .
Kalau begitu silahkan teman-2 mas Oke memberi masukan apa nama dan disingkat apa “Jaringan facebook Pembuat Pohon Amal” ini.
Ow-ya, mas Oke tadi minta agar saya menampilkan ulang permintaan anggota “JARINGAN FACEBOOK PEMBUAT POHON AMAL”, yang akan kita jadikan materi bahasan,
Begini :
“mas antono, contoh yang dibahas posisi kita sbg obyek, yaitu dihadang penjahat, dimarahi orang, dan dilempari kotoran kambing. Bagaimana kalau kita yang menjadi subyek, yaitu yang menghadang, yang memarahi, dan yang melempari kotoran kambingTolong dibahas mas”.

Oke Setiawan
Ya pak , silahkan dimulai.

Antono
Pada prinsipnya, dalam pembahasan yang lalu, yang mana status kita sebagai OBYEK ( dalam contoh diatas sebagai Yang Dihadang Penjahat, Dimarahi Orang dan yang dilempari kotoran kambing) tujuannya adalah agar kita menjadi ORANG BAIK, atau agar kita mau melakukan PERBUATAN BAIK.
Begitu juga dalam pembahasan kali ini yaitu posisi kita sebagai SUBYEK ( posisi kita sebagai Penjahat, yang memarahi orang lain dan yang melempari kotoran kambing) tujuannya-pun sama yaitu agar kita menjadi ORANG BAIK, atau agar kita mau melakukan PERBUATAN BAIK, atau BERHENTI sebagai orang yang TIDAK BAIK beralih menjadi orang yang BAIK, begitu-kan-mas?

Oke Setiawan
Iya-pak.

Antono
Menjadi orang baik itu jalannya ada dua kemungkinan.
Kondisi Pertama : 
Menjaga agar manusia TIDAK MAU menjadi orang yang TIDAK BAIK, atau MENJAGA agar manusia TETAP menjadi baik.
Kondisi Kedua : 
MERUBAH orang yang TIDAK BAIK menjadi orang yang BAIK.

Oke Setiawan
Lanjutkan pak.

Antono
Agar usaha kita BERHASIL baik untuk kondisi PERTAMA maupun kondisi KEDUA maka akan kita tinjau bagaimana RASA-nya menjadi orang baik dan bagaimana RASA-nya menjadi orang yang tidak baik. 

Oke Setiawan
Maksudnya bagaimana pak ?
Antono
Apakah benar menjadi orang yang BAIK itu rasanya SAMA DENGAN menjadi orang yang tidak baik.
Rasa disini maksudnya adalah mempunyai rasa SENANG yang SAMA, tentunya yang merasakan adalah orang pada posisinya masing-masing yaitu rasa senang melakukan perbuatan baik bagi orang yang melakukan perbuatan baik dan rasa senang melakukan perbuatan tidak baik bagi orang yang melakukan perbuatan tidak baik.
Dengan kata lain :
Menjadi orang yang baik rasanya ya- SENANG , dan menjadi orang yang tidak baik rasanya juga senang.

Oke Setiawan
Ow- maksud bapak , entah menjadi orang baik maupun menjadi orang yang tidak baik rasanya TETAP SENANG, tetapi senang disini pada kondisinya masing-2.

Antono
Ya demikian.

Oke Setiawan
Maaf pak, bukankah menjadi orang BAIK itu rasanya SENANG , tetapi menjadi orang yang TIDAK BAIK itu rasanya TIDAK SENANG?.

Antono
Coba perhatikan dengan seksama :
Jika menjadi orang yang TIDAK BAIK itu rasanya TIDAK SENANG, kenapa BANYAK orang yang TIDAK BAIK?, ini merupakan salah satu indikasi bahwa melakukan perbuatan tidak baik itu dapat memunculkan rasa senang (bagi yang melakukan perbuatan tidak baik), walaupun menghasilkan DOSA.

Oke Setiawan
Mungkin juga ya-pak.
Jangan-jangan orang yang kerjaannya “ MAKELAR KASUS”, menjual NARKOBA, KORUPSI, Tukang NYANTET orang, Pembunuh bayaran, itu memunculkan rasa senang.
Rasa senang ini biasanya dikarenakan UANG. 

Antono
Atau begini saja , jika membayangkan rasa seorang koruptor , Makelar kasus dan sebagainya tersebut diatas sulit, marilah kita coba menganalisa orang yang pekerjaannya sebagai PENGEMIS atau PEMINTA-MINTA.

Oke Setiawan
Silahkan pak.

Antono
Sesuai Hadits bahwa Allah SWT itu SENANG orang yang tangannya DIATAS, dari pada orang yang tangannya DIBAWAH.
Maksudnya :
Allah LEBIH senang orang yang pekerjaannya sebagai PEMBERI dibandingkan orang yang pekerjaannya sebagai PEMINTA-MINTA.
Dengan kata lain PEMBERI lebih baik daripada PEMINTA-MINTA.
Agar lebih jelas kita tegaskan saja :
PEMBERI itu merupakan pekerjaan yang BAIK, atau seorang PEMBERI itu adalah orang yang BAIK.
Sedangkan PEMINTA-MINTA itu pekerjaan yang TIDAK BAIK, atau seorang PEMINTA adalah orang yang TIDAK BAIK.
Bisa diterima mas?

Oke Setiawan
Bisa pak.

Antono
NAH., Kenyataannya buuaanyak lho orang yang menjadi PENGEMIS itu ?
Bahkan ada orang yang pekerjaannya menjadi KOORDINATOR PENGEMIS .
Coba mas Oke renungkan.
Jika pekerjaan ini tidak menyenangkan kenapa “profesi Pengemis” terus BERKEMBANG ?, bahkan mempunyai “Manager” yaitu sang “Koordinator-Pengemis” ?

Oke Setiawan
Iya-ya-pak.
Tapi tolong pak coba carikan contoh yang LANGSUNG MENGENAI SAYA, agar SAYA LANGSUNG MERASAKAN bahwa perbuatan yang TIDAK BAIK atau KURANG BAIK itu memang tetap memunculkan RASA SENANG.

Antono
Wah-wah-wah.
Mas Oke ini mencoba untuk nyerempet-nyerempet BAHAYA.

Oke Setiawan
Apa pak maksudnya.

Antono
Maksud saya, saya khawatir mas Oke TERSINGGUNG.

Oke Setiawan
Maksud bapak HANYA SAYA atau dapat ORANG LAIN ikut TERSINGGUNG- pak?

Antono
YA – BEGITULAH.

Oke Setiawan
Wah saya kira nggak apa-apa pak, toh ini HANYA untuk PELAJARAN saja.

Antono
Atau begini saja.
Saya Tanya mas Oke apakah mas Oke akan tersinggung?
Kalau orang lain anggap saja salahnya sendiri KENAPA -IKUT MEMBACA , gitu saja ya ?

Oke Setiawan
Ya pak, saya SETUJU.
Kalau saya insya allah TIDAK TERSINGGUNG .
Jika orang lain tersinggung ya- anggap saja saya yang minta -kan maaf pak, karena saya yang menyebar luaskan.
Tapi perlu teman-teman ketahui bahwa saya menyebarkan diskusi ini NIATNYA BAIK lho?, sehingga marilah kita baca atau kita simpulkan dengan pikiran yang JERNIH, terima kasih sebelumnya.
Silahkan pak dilanjutkan.

Antono
Baiklah saya lanjutkan.
Tolong dijawab - ya – mas.
Menurut mas Oke, mana yang lebih BAIK, orang yang MEROKOK atau orang yang TIDAK MEROKOK?
Awas lho - Maksud saya BUKAN AKHLAKNYA tetapi PERBUATAN MEROKOK dan PERBUATAN TIDAK MEROKOK.

Oke Setiawan
Nah. Contoh ini TEPAT untuk saya pak.
Karena saya orang yang MEROKOK.
Menurut saya PERBUATAN orang yang TIDAK MEROKOK ( PERBUATAN menentukan SIKAP untuk TIDAK MEROKOK), lebih baik dari pada PERBUATAN orang yang merokok.

Antono
Sekarang begini mas.
Saya melihat orang yang sedang merokok itu kok kelihatannya NIKMAT SEKALI, mereka “MENGHAYATI” sekali, bahkan sambil merokok ada yang MEMAINKAN ASAPNYA, misalnya dibuat bentuk “Melingkar” sambil asapnya dibuat “berputar-putar” apa lagi sambil mendengarkan lagu --- hm, hm hm , NDANGDUT dan sambil kepalanya “manggut-mangut” atau sambil “geleng-geleng” kepala.
Apa benar - ya- mas yang sedang MEROKOK itu memang muncul RASA SENANG ?

Oke Setiawan
BENAR PAK, Bapak BETUL.
Dan bapak mengerti kan yang namanya NIKMAT itu rasanya DIATAS SENANG.

Antono
Ya – mas.
Jadi bagaimana, mas Oke setuju nggak kalau MEROKOK itu memang memunculkan RASA SENANG ?

Oke Setiawan
Benar pak.
Dan bapak tidak usah sungkan mengatakan bahwa PERBUATAN MEROKOK itu, termasuk Perbuatan yang KURANG BAIK.

Antono
Lho kenapa mas oke berani menyimpulkan bahwa PERBUATAN MEROKOK itu, termasuk Perbuatan yang KURANG BAIK.
Coba jelaskan apa alasannya .

Oke Setiawan
Wah- kalau itu mudah- pak.
Pekerjaan MEROKOK itu HUKUMNYA MAKRUH – iya -tho – pak?

Antono
Ow- iya-ya.
Wah – wah- wah -mas Oke semakin canggih aja.

Oke Setiawan
Silahkan lanjutkan pak.

Antono
Kita simpulkan ya mas.
Ternyata melakukan PERBUATAN BAIK , rasanya SENANG (Senang bagi yang melakukan perbuatan baik).
Melakukan PERBUATAN TIDAK BAIK, rasanya juga SENANG (bagi yang melakukan perbuatan tidak baik).

Oke Setiawan
Ya- pak.

Antono
Sekarang kita tinjau dari HASIL-nya setelah melakukan perbuatan.
HASIL dari melakukan perbuatan BAIK adalah PAHALA.
HASIL dari melakukan perbuatan TIDAK BAIK adalah DOSA.

Oke Setiawan
Betul – pak.

Antono
Dari dua kondisi tersebut pertanyaan saya, tolong mas Oke jawab.
Mana yang SEHARUSNYA DIPILIH.
Pertama :
Melakukan perbuatan BAIK, rasanya SENANG, hasilnya PAHALA.
Atau,
Kedua :
Melakukan perbuatan TIDAK BAIK, rasanya SENANG, tetapi hasilnya DOSA.

Oke Setiawan
Wah jelas memilih melakukan perbuatan BAIK, pak.
Rasanya sama-sama SENANG tetapi hasilnya lain yaitu hasilnya PAHALA.
Bagi siapa yang PAHALA-nya lebih banyak dari pada DOSA-nya nanti diakherat mendapat balasan SORGA.
Begitu tho pak?

Antono
Ya- saya kira begitulah.
Mas Oke mau nggak saya tambahkan tinjauan satu lagi agar menjadi pertimbangan dan lebih mantap MEMILIH berbuat BAIK ?

Oke Setiawan
Mau – pak.
Silahkan.

Antono
Sekarang ditinjau dari memilih WAKTU atau SAAT MELAKUKAN Perbuatan & GAYA saat melakukan perbuatan.
Pertama:
Melakukan perbuatan yang TIDAK BAIK, misalnya MENCURI.
Pemilihan SAAT atau WAKTU mencuri PASTI memilihnya penuh PERTIMBANGAN, tidak asal-asalan.
Misalnya memilih waktu saat orang TIDUR LELAP, biasanya jam dua atau jam tiga malam.
Bayangkan waktu seperti ini (jam dua atau jam tiga malam) bagi orang awam pasti ENAK untuk TIDUR.
Ditambah lagi “GAYA” berjalannya-pun terpaksa “harus MENGENDAP-NGENDAP”, TIDAK BEBAS.
Bayangkan jika saat mencuri lantas “GAYANYA” pakai jurus MENARI-NARI seperti menari “JAIPONGAN” atau mencontoh tarian “SRIMPI” wah pasti BERABE, dan yang pasti tidak berani mengucapkan kalimat PERMISI-PAK !!!! (ini menunjukkan perbuatannya TIDAK BEBAS, harus penuh pertimbangan). 

Kedua:
Melakukan perbuatan yang BAIK, misalnya MENGUNDANG TETANGGA untuk menghadiri SELAMATAN bahasa jawanya “KONDANGAN” atau “MAKAN-MAKAN”.
Dalam hal pemilihan SAAT atau WAKTU MENGUNDANG Tetangganya pasti LEBIH BEBAS, TIDAK PERLU harus jam dua atau jam tiga malam.
“Gaya” berjalannya-pun tidak perlu “MENGENDAP-NGENDAP” dan berani mengucapkan kalimat (dengan lantang) PERMISI !!!!

Oke Setiawan
Nah semakin jelas pak.
Dari penjelasan tambahan tersebut memang selayaknya memilih berbuat BAIK dari pada berbuat TIDAK BAIK.
Karena berbuat BAIK itu rasanya SENANG, HASIL-nya PAHALA dan Pemilhan SAAT berbuat LEBIH BEBAS.
Sedangkan berbuat TIDAK BAIK rasanya senang (bagi yang menjalani berbuat tidak baik), hasilnya DOSA dan SAAT berbuat TIDAK BEBAS.

Antono
Saya simpulkan secara sederhana ya mas agar TIDAK SALAH FAHAM.

Oke Setiawan
Silahkan pak.

Antono
Ternyata secara TOTAL berbuat BAIK itu rasanya LEBIH SENANG dari pada berbuat TIDAK BAIK, sebab dalam contoh pembahasan ini TOTAL RASA SENANG perbuatan BAIK terdiri Rasa senang teman kita bertambah akibat kita berbuat baik (membuat orang lain senang) ditambah rasa senang saat memilih waktu berbuat karena lebih bebas, tidak perlu mencari saat orang lain terlena misalnya harus tengah malam ditambah rasa senang mendapatkan PAHALA.
TOTAL RASA SENANG perbuatan TIDAK BAIK (VERSI ORANG YANG BERBUAT TIDAK BAIK) terdiri Rasa senang membuat orang lain menderita (nilai rasa senangnya NEGATIF bagi orang pada umumnya) ditambah pemilihan waktu melakukan perbuatan tidak baik yaitu TIDAK BEBAS (nilai rasa senangnya NEGATIF bagi orang pada umumnya) ditambah rasa senang mendapatkan DOSA (nilai rasa senangnya NEGATIF bagi orang pada umumnya).

Oke Setiawan
Betul – pak.

Antono
Nah karena semakin jelas maka seharusnya kita memilih berbuat BAIK dari pada berbuat TIDAK baik.
Untuk orang yang sudah atau sedang melakukan perbuatan BAIK maka LAYAK untuk MENJAGA-nya, agar kita TETAP berbuat BAIK.

Oke Setiawan
Ya pak, pembahasan tahap pertama telah selesai.
Silahkan dilanjutkan bahasan tahap kedua yaitu bagaimana orang yang sedang berbuat TIDAK BAIK bersedia MENGHENTIKAN perbuatannya atau mau BERALIH menjadi berbuat baik.

Antono
Baiklah kita lanjutkan.
Pada saat kita melakukan perbuatan TIDAK BAIK, ternyata setidak-tidak ada empat (4) hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Kita merugikan orang lain, membuat orang lain sakit hati.
2. Teman atau lingkungan pergaulan kita BERKURANG atau bertambah SEMPIT karena ada sebagian orang yang kita sakiti hatinya.
3. Hasil perbuatan kita adalah DOSA yang akan kita pertanggung jawabkan di akherat dan dibalas dengan panasnya API NERAKA.
4. Menyebabkan HATI kita KOTOR, hal ini menyebabkan PENYAKIT HATI yang mempersulit kita untuk berbuat BAIK.

Oke Setiawan
Ya – pak.
Tolong jelaskan secara singkat satu persatu.

Antono
Baiklah.
Kalau kita membuat orang lain SAKIT HATI, dimungkinkan orang tersebut BALAS DENDAM, akibatnya kita merasa TERANCAM dan hal ini menyebabkan rasa TIDAK TENANG serta dapat menimbulkan kejadian yang tidak kita inginkan.
Bertambah sempitnya lingkungan pergaulan kita.
Akibat semakin sempitnya pergaulan kita lama-lama kita akan merasa “TERPENJARA” sendiri .
Jika suatu saat ada persoalan hidup yang harus minta bantuan orang lain, tentunya hal ini akan MEREPOTKAN diri kita sendiri.
Perbuatan tidak baik hasilnya DOSA.
Kalau kita memang menginginkan SORGA tentunya kita harus menghindari berbuat tidak baik, karena perbuatan tidak baik itu jurusannya NERAKA bukan SORGA.
Perbuatan tidak baik hasilnya MENGOTORI HATI kita.
Hati yang kotor menimbulkan PENYAKIT HATI yang mengakibatkan mudahnya SYETAN menggoda kita.
Akibat Syetan menguasai kita maka kita akan senang melakukan perbuatan yang tidak baik, dan hasilnya NERAKA.
Bagaimana mas oke mengerti ?

Oke Setiawan
Mengerti pak.
Agar saya lebih memahami, bagaimana pak kalau saya membuat contoh lain yang lebih sederhana ?

Antono
Silahkan – silahkan.

Oke Setiawan
Ada dua Desa yang dibatasi sungai yang melintas ditengahnya (memisahkan dua desa tersebut).
Desa “A” merupakan Desa kumpulan orang-orang yang perbuatannya TIDAK BAIK.
Desa “B” merupakan Desa kumpulan orang-orang yang perbuatannya BAIK.
Anggap saja saya merupakan salah satu orang di Desa “A”, berarti saya salah satu orang yang berbuat TIDAK BAIK.
Dalam bahasan ini saya diharapkan mau “PINDAH” ke Desa “B”, agar saya menjadi orang BAIK.
Begitu – kan pak ?

Antono
Ya … Betul .
Silahkan lanjutkan.

Oke Setiawan
Pada waktu saya disuruh “PINDAH” ke Desa “B”, agar saya menjadi orang BAIK, tentunya saya berpikiran sebagai berikut :
Saya ini biasa berbuat tidak baik, sehingga saya sudah merasa senang berbuat tidak baik.
Pertanyaan saya jika saya pindah berbuat baik atau pindah ke Desa “B” , Apa mungkin saya masih mempunyai rasa SENANG selama saya melakukan perbuatan baik?
Ternyata setelah kita diskusikan walaupun saya pindah ke Desa “B” atau berbuat Baik, ternyata TETAP MERASA SENANG, bedanya kalau pada waktu saya di Desa “A” saya merasa SENANG tetapi HASILNYA DOSA,kalau sekarang saya berada di Desa “B” maka saya merasa SENANG tetapi HASILNYA PAHALA.

Antono
Betul mas.

Oke Setiawan
Tetapi memang ada yang harus saya perjuangkan pak untuk pindah ke Desa “B” yaitu merasa BERAT pada waktu saya “MENYEBERANG” ke Desa “B” (MASUK KUMPULAN ORANG-ORANG BAIK).
Dalam contoh tersebut “Menyeberang Sungai” menuju Desa “B”.
Dalam KEHIDUPAN-NYATA “Menyeberang Sungai” menuju Desa “B”adalah “Menyeberang dari perbuatan tidak baik ke perbuatan baik” atau BERTOBAT yang dilanjutkan JIHAD untuk merubah dari berbuat TIDAK BAIK menjadi berbuat BAIK.

Antono
Betul SEKALI.
Kesimpulannya :
Untuk merubah diri menjadi orang baik diperlukan KESUNGGUHAN dalam BERTOBAT dan KESUNGGUHAN menjalani JIHAD mengendalikan HAWA NAFSU.

Oke Setiawan
Terima kasih pak, saya sekarang betul-betul mengerti.
Mudah-2an kita merasa RINGAN berbuat BAIK, Amien.

Antono
Ya sudah mas sekian dulu, nanti dilanjutkan lagi.
Jangan lupa masukkan ke “JARINGAN FACEBOOK PEMBUAT POHON AMAL”, dan minta pendapat apa nama atau disingkat apa “Jaringan facebook” kita ini.
Selain itu silahkan dikasih judul , apa materi pembahasan kali ini.

Oke Setiawan
Judul –nya adalah :
MENYEBERANG SUNGAI ITU BERAT 

Antono
Wah siip. MANTAP !!!!
Sudah ya .
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Oke Setiawan
Maaf pak, sebelum kita istirahat, bagaimana pembahasan berikutnya adalah : SHOLAT MENUJU KHUSYUK

Antono
Bagaimana kalau saya usulkan materi pembahasan adalah :
MENGAPA ALLAH SWT MEMBERI PERINTAH SHOLAT kepada MANUSIA ?
Dan Mengapa dasar penilaiannya tergantung tingkat KEKHUSYUKAN-NYA ?

Oke Setiawan
Wah- kalau itu MANTAP –pak.
Saya setuju.
Ya sudah.
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Jadwal Pengajian seluruh cabang Ridho Allah untuk sementara di liburkan selama bulan Ramadhan. Aktifitas di saung setiap hari selama bulan Ramadhan: Ifthar, Sholat Magrib, Shalat Isya, Tarawih Berjamaah & Tadarus Qur'an
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H, Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan
iklan1
iklan 2
iklan3
Wednesday the 13th. Keluarga Besar Ridho Allah 2013