BUKU TIDAK DAPAT DIAJAK DIALOG

Created on Friday, 06 September 2013

 


 

Antono
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Oke Setiawan
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. 

Dapat kita lanjutkan pak, diskusi kita?

Antono
Mari kita lanjutkan, O-ya- materinya apa mas?

Oke Setiawan
Yang tadi bapak katakan sebelum kita istirahat yaitu “PERDEBATAN ANAK KECIL DAPAT DIJADIKAN NASEHAT BAGI KITA SEMUA”.


Antono
Ow-itu -tho.
Wah kebetulan, coba dengarkan kedua anak saya sedang berdebat.
Llebih baik kita panggil saja ya- mas agar lebih jelas apa yang sedang diperdebatkan.

Oke Setiawan
Ya- pak saya setuju.
Kalau begitu dipanggil saja- pak putranya.

Antono
Hai – NDUK (“nduk” itu panggilan anak perempuan, maklum saya orang tua yang mengikuti aliran “kuno” atau aliran “lama”).
Kesini nduk, ngapain kamu berdebat dengan kakak-mu, Riko?

Devina
Ya – pak, sebentar.
Ada apa pak.

Antono
Ngapain sih kamu kok teriak-teriak begitu?, kelihatannya kok menyalahkan Riko.

Devina
Iya-pak.
Mas Riko itu MEMBANTAH terus pak sama Devi.

Antono
Lho masalah apa, biasanya mas Riko itu pendiam, kenapa sekarang berdebat sama Devi?
Devina
Coba bapak , JENGKEL nggak.

Antono
Lho masalah apa tho nduk?

Devina
Pak saya bilang sama mas Riko bahwa “PENSIL-DEVI” itu BENGKOK.
Mas Riko nggak percaya bahkan “NGEYEL” (mendebat), padahal jelas-jelas BENGKOK apa saya nggak jengkel pak?
Yang lebih jengkel lagi mas Riko TIDAK MAU DISALAHKAN.
Akhirnya saya bilang kalau mas Riko – mulai MEMBOHONGI saya.
Wah mas Riko MARAHNYA LUAR BIASA. 

Antono
Hei-hei-hei. NANTI DULU.
Apa mungkin sih nduk ada Pensil kok BENGKOK ?.
Kelihatannya kok nggak mungkin.
Dan ingat lho dikeluarga kita ini tidak biasa MEMBOHONGI orang lain, apalagi membohongi sesama saudara.
Percaya deh mas Riko TIDAK mungkin BOHONG sama Devi. 

Devina
Nah bapak ini juga nggak percaya.
Wah bapak mulai membela mas Riko.

Antono
Nggak gitu nduk, umumnya yang namanya Pensil –ya- pasti LURUS donk !
Kalau bengkok, bagaimana memakainya dan lagi apa laku dijual ?

Devina
Bapak nggak percaya- ya, coba bapak lihat sendiri deh.

Antono
Mana pensilnya.

Devina
Itu pak coba lihat dari sini.
Itu yang ada diatas meja belajar Devi.
Tuh kelihatan dari sini.

Antono
Yang mana nduk.

Devina
Itu lho yang ada didalam GELAS.

Antono
Ow-allah –nduk- nduk.
Itu tho.

Devina
Betul tho-pak – Pensilnya BENGKOK ?

Antono
Ya – ya – ya.
Gini saja nduk.
Umumnya pensil itu LURUS.
Khusus pensilnya Devi yang SATU ini “AJAIB” atau “ANEH”.

Devina
Tapi kan bengkok tho pak ?

Antono
Ya-ya-ya.

Devina
Hore….. saya yang “benar”, mas Riko yang “salah”.
Pak saya tak main-main lagi ya.
Saya akan bilang sama mas Riko, saya yang “benar”, horeeeeee !!!!

Antono
Ya sudah sana , main-main lagi.
Tapi yang rukun –ya- sama mas Riko.

Devina
Ya -pak.

Antono
Mas Oke, coba lihat.
Wajar nggak kalau pensil itu “kelihatan bengkok”

Oke Setiawan
Ya jelas donk pak.
Itu-kan peristiwa PEMBIASAN.
Tapi apa yang dapat kita ambil pelajaran dari peristiwa ini – pak ?
Ini -kan peristiwa biasa?

Antono
Ya, kalau dikatakan biasa – ya – biasa.
Tapi mari kita bahas bersama siapa tahu ada manfaatnya dan dapat dijadikan “NASEHAT” bagi kita sebagai orang yang DEWASA. 

Oke Setiawan
Ya-pak silahkan.

Antono
Kita urutkan - ya - mas?
1. Devina adalah ANAK KECIL yang PENGETAHUAN-nya SANGAT TERBATAS, maklum sekolahnya baru klas satu Sekolah Dasar, sehingga TIDAK MENGETAHUI apa yang disebut ilmu PEMBIASAN
2. Riko , sebagai kakaknya sekolah di SMU klas 3, walaupun mengetahui ilmu pembiasan, tetapi TIDAK mungkin dapat menjelaskan ke adiknya. Sekali lagi maklum matematik saja Devi belum pandai, apa lagi ilmu Pembiasan.
3. Akibatnya , yang terjadi adalah PERDEBATAN , saling mempertahankan pendapatnya masing-masing, bahkan Devi menganggap kakaknya Riko MEMBOHONGI-nya.
4. Seandainya peristiwa ini tidak diketahui, atau tidak terdengar oleh kita, mungkin lho terjadi PERTENGKARAN yang LEBIH SERU, iya-kan-mas ? 

Oke Setiawan
Iya-ya-pak.
Ow – itu tho pak yang bapak maksudkan bahwa “PERDEBATAN ANAK KECIL DAPAT DIJADIKAN NASEHAT BAGI KITA SEMUA” yaitu dapat menyebabkan terjadinya PERTENGKARAN ?

Antono
Itu salah satunya.

Oke Setiawan
Lho apa ada lagi yang lain –pak?

Antono
Ada dan cukup penting, mas Oke ingin mengetahui?

Oke Setiawan
Ya pak.

Antono
Begini:
Coba perhatikan.
Devi menganggap dirinya “BENAR”, dikarenakan Devi MENGANDALKAN PIKIRANNYA SENDIRI sebagai “PENENTUNYA”.
Sekali lagi menggunakan PIKIRANNYA SENDIRI sebagai PENENTU KEBENARAN.

Oke Setiawan
Ya – pak tolong dilanjutkan.

Antono
Nah mas Oke mengetahui sendiri kan apakah pendapat Devi bahwa Pensil tersebut memang BENGKOK?

Oke Setiawan
Ya seharusnya TIDAK BENGKOK-pak.
Jadi pendapatnya SALAH, walaupun mungkin seandainya diberitahu mungkin dia tersinggung, atau mungkin MARAH dan sebaginya, iya-kan pak?

Antono
BETUL SEKALI.
Kita lanjutkan – ya – mas.

Oke Setiawan
Ya – pak silahkan.

Antono
Ingat nggak mas manusia itu DIWAJIBKAN oleh Allah untuk BELAJAR.

Oke Setiawan
Ya pak.

Antono
Belajar itu memang HARUS DIJALANKAN, atau harus DILAKUKAN karena selain merupakan PERINTAH Allah, juga karena PENTING untuk manusia agar manusia menjadi CERDAS (ingat-kan mas perintah Rasulullah bahwa manusia itu harus FATHONAH atau CERDAS?)

Oke Setiawan
Ya- pak.

Antono
Nah tetapi kita harus ingat bahwa yang namanya dalam proses BELAJAR tentunya kita belum menguasai apa yang sedang kita pelajari-iya-kan?.
Apa lagi tingkat kecerdasan manusia itu tidak sama.

Oke Setiawan
Ya pak.

Antono
Nah inilah BAHAYA-nya, jika kita BELAJAR HANYA dari BUKU SAJA, TANPA GURU, berarti selama belajar tersebut, dalam menentukan KEBENARAN ilmu yang dipelajarinya PASTI berdasarkan KEMAMPUAN otaknya SENDIRI.
Mas oke bayangkan.
Seandainya kemampuan berfikir TERBATAS seperti halnya kejadian yang menimpa Devi tersebut , kira-kira bagaimana HASIL BELAJARNYA?

Oke Setiawan
Wah iya –pak.
Belum tentu benar apa yang dihasilkan, apalagi jika yang dipelajarinya itu Ilmu AGAMA (ilmu yang dipakai untuk menentukan SIKAP HIDUP), atau ilmu KETUHANAN, atau lmu yang menyangkut suatu KEYAKINAN, wah SANGAT dan SANGAT BAHAYA, betul-nggak-pak?

Antono
YA , Betul.
Boleh mas , saya tambah sedikit pendapat mas oke tersebut ?.

Oke Setiawan
Silahkan pak.

Antono
Orang yang belajar SENDIRI TANPA GURU yang HANYA menggunakan BUKU SAJA (ingat lho BUKU itu barang MATI, TIDAK DAPAT diajak DIALOG) apa lagi yang dipelajari itu ilmu AGAMA atau ilmu KETUHANAN yang kalau digunakan sebagai pedoman hidup menyebabkan orang menjadi BAIK, PASTI selama BELAJAR akan DIGANGGU atau dijerumuskan oleh SYETAN, iya kan mas?

Oke Setiawan
Ya-pak.

Antono
Saya pernah dialog dengan anak muda yang sedang belajar “MENCARI TUHAN”.
Dia belajar dari BUKU dan kebetulan MENGANDALKAN KEMAMPUAN SENDIRI untuk mencerna ilmu yang sedang dia pelajari.
Dalam dialog tersebut sempat saya ingatkan.
Mas , kalau belajar itu HARUS ADA GURUNYA, kalau TANPA GURU dapat BAHAYA lho?
Anak muda tersebut tetap bertahan pada pendiriannya, yaitu BELAJAR SENDIRI TANPA GURU, wah ternyata suatu saat saya ketemu lagi, waduh nasibnya …. KASIHAN.
Dia berjalan tanpa alas kaki dan “bicara sendiri” sepanjang perjalanan, maaf dia menjadi …. GILA.

Oke Setiawan
Ow- sampai begitu ya pak.

Antono
Iya, sampai demikian – mas.
Mas Oke mengerti-kan, yang namanya SYETAN itu BETUL-BETUL MUSUH NYATA bagi manusia, ingat MUSUH NYATA.
Dan manusia dapat BEBAS dari gangguan syetan kalau kita IKHLAS, iya-kan mas?
Oke Setiawan
Iya – pak.

Antono
Biasanya orang yang mengandalkan KEMAMPUANNYA SENDIRI itu sangat rentan mempunyai sikap MERASA MAMPU, padahal manusia itu sebenarnya TIDAK MEMPUNYAI DAYA APA-APA atau TIDAK MEMPUNYAI KEMAMPUAN APA-APA atau “La khaula wala kuata ….”, akibatnya , BIASANYA saat orang MERASA MAMPU , saat itu orang tersebut SANGAT MUDAH diganggu oleh syetan.
Kalau hal ini dilakukan terus-menerus maka tanpa disadari orang tersebut akan DIKUASAI syetan.
Kalau manusia sudah DIKUASAI SYETAN maka manusia SELALU MERASA BENAR walaupun SEBENARNYA SALAH (ingat diskusi kita yang lalu).
Nah kalau sudah dikuasai dan manusia selalu MERASA BENAR ,maka SANGAT WAJAR kalau kita akan TERSESAT JAUH dan akhir menjadi …. GILA !.

Oke Setiawan
Wah benar pak, ternyata debatnya anak kecil dapat kita jadikan NASEHAT bagi kita, ya pak.
Apalagi yang dipelajari adalah ilmu yang terkait dengan masalah KEYAKINAN, kalau kita SALAH BERKEYAKINAN, tentunya SANGAT SULIT MERUBAH –nya , ya-pak?.
Wah-wah-wah - BETUL-betul - BAHAYA.

Antono
Oleh karena itu, mulai sekarang mari kita aktifkan DISKUSI kita dan mari kita MAU MENDENGARKAN PENDAPAT orang lain, siapa tahu pendapat kita ternyata selama ini SALAH.
Lebih konyol lagi sudah SALAH masih kita sebarkan ke-mana-mana, lantas bagaimana PERTANGGUNG JAWABAN kita nanti di akherat?.
Tetapi kalau ilmu yang kita sebarkan itu BENAR, nah inilah yang HARUS kita lakukan agar kita mempunyai “POHON AMAL” yaitu ILMU yang BERMAFAAT, yang PAHALANYA masih kita dapatkan walaupun kita sudah meninggal dunia, iya-kan mas ?

Oke Setiawan
Ya-pak.
Agar saya lebih mantap, coba saya simpulkan ya – pak?

Antono
Silahkan.
Oke Setiawan
JANGAN Belajar dari BUKU SAJA & TANPA GURU, karena :
1. Otak manusia mempunyai KETERBATASAN.
2. Belajar SENDIRI berarti dalam MENENTUKAN hasil belajarnya atau menyimpulkan pengetahuan yang sedang DIPELAJARINYA- PASTI berdasarkan KEMAMPUANNYA SENDIRI.
3. Orang yang SEDANG BELAJAR tentunya BELUM MENGUASAI ilmu yang SEDANG DIPELAJARINYA , sehingga sangat dimungkinkan untuk membuat KESALAHAN pada waktu MEMBUAT KESIMPULAN dari apa yang sedang dipelajarinya.
4. BUKU merupakan barang MATI, tidak dapat diajak DIALOG, JIKA kita TIDAK menggunakan GURU berarti KITA SENDIRI yang membuat KESIMPULAN dari apa yang sedang kita pelajari, padahal otak kita kemampuannya terbatas sehingga dimungkinkan kesimpulan yang kita buat dapat SALAH.
5. Setiap perbuatan BAIK, PASTI diganggu syetan, termasuk kegiatan BELAJAR. Dengan kondisi keterbatasan manusia maka manusia MUDAH diganggu syetan, akibatnya akan dikuasi-nya, dan akhirnya kita akan SELALU MERASA BENAR walaupun saat itu berbuat SALAH.
6. Dengan kondisi seperti itulah maka kalau kita belajar carilah GURU, tentunya GURU yang BAIK, BEGITU THO – PAK ?

Antono
Ya – BETUL.
Tetapi saya kok tertarik pernyataan mas Oke bahwa carilah “GURU yang BAIK”.
Apa ada mas “GURU yang TIDAK BAIK”?

Oke Setiawan
Jelas ada donk pak.

Antono
Wah – wah- wah- coba jelaskan mas.

Oke Setiawan
Begini pak:
GURU itu orang yang mempunyai “KEMAMPUAN atau KEPANDAIAN”.
Sebelum manusia mempunyai “KEMAMPUAN atau KEPANDAIAN”, dulunya orang itu PASTI belum memiliki “KEMAMPUAN atau KEPANDAIAN”.
Agar orang itu memiliki kemampuan, dia pasti BELAJAR.
Nah kalau BELAJARNYA TANPA GURU, maka SANGAT Dimungkinkan manusia itu TERJERUMUS, iya-kan pak?
Jika terjerumus maka orang itu jadilah “GURU yang TIDAK BAIK”.

Antono
Wah-wah-wah BETUL JUGA.
Padahal ini-kan baru saja kita bicarakan ya- mas?

Oke Setiawan
Ya—pak.

Antono
Saya kira pembicaraan ini kita cukup-kan sekian dulu karena masih ada PEMBAHASAN yang diinginkan oleh teman-teman kita akibat dari pembicaraan MEMANFAATKAN SYETAN UNTUK BERIBADAH yang dimasukkan di facebook .

Oke Setiawan
Bahasan apa sih pak yang diinginkan ?

Antono
Saya kutip saja ya mas bahasan apa yang diinginkan teman-teman kita.
Oke Setiawan
Ya pak silahkan.

Antono
Keinginannya sebagai berikut :
“mas antono, contoh yang dibahas posisi kita sbg obyek, yaitu dihadang penjahat, dimarahi orang, dan dilempari kotoran kambing. Bagaimana kalau kita yang menjadi subyek, yaitu yang menghadang, yang memarahi, dan yang melempari kotoran kambingTolong dibahas mas”. 

Oke Setiawan
Wah pak , saya juga perlu itu pak.
Kapan dibahas?

Antono
Ya sebentar lagi, tetapi kita istirahat dulu, ya.
Hayo silahkan makan buahnya itu mas, habiskan saja biar …. Gemuk… he he he , sudah ya.

Oke Setiawan
Wah bapak pasti ada yang kelupaan, yang belum disampaikan.

Antono
Apa yang belum saya sampaikan mas?

Oke Setiawan
Pesan : Jangan lupa bahasan ini disampaikan kepada orang lain, agar menjadi POHON AMAL kita bersama, yang nantinya SANGAT BERMANFAAT untuk kita kalau kita SUDAH MENINGGAL DUNIA, begitu tho pak?

Antono
Wah mas Oke , tahu aja.
Ya sudah, biar tidak dikatakan lupa lagi silahkan judulnya dibuat sendiri ya - mas?

Oke Setiawan
Ya pak.
Begini saja ya :
BUKU TIDAK DAPAT DIAJAK DIALOG.

Antono
Ya sudah.
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Oke Setiawan
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Jadwal Pengajian seluruh cabang Ridho Allah untuk sementara di liburkan selama bulan Ramadhan. Aktifitas di saung setiap hari selama bulan Ramadhan: Ifthar, Sholat Magrib, Shalat Isya, Tarawih Berjamaah & Tadarus Qur'an
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H, Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan
iklan1
iklan 2
iklan3
Wednesday the 13th. Keluarga Besar Ridho Allah 2013