Pak Dwi (Ex. Penggemar Olah Raga Pernapasan)

Created on Wednesday, 24 July 2013

Kita ini bagaikan debu, Ringan dan kotor yang mudah dihempaskan

Kadang diatas atap gedung

Kadang diatas trotoar jalan

Kadang dibawah telapak sepatu

Bahkan kadang terseret arus air hujan yang mengalir keselokan

 

Ya Allah pemilik raga ini

Hempaskan kami diatas Dzikirnya ketempat yang mulia

 

Assalam Muallaikum Wr.wb. .......

 

Tulisan diatas mungkin bisa menggambarkan kondisi seseorang selayaknya bagaimana kita yang seperti debu ini harus menempatkan diri kepada sang Pencipta.

Kondisi seperti ini saya alami belum lama setelah saya mengenal Pengajian “Ridho Allah”.

Kurang lebih satu tahun dalam diri ini tumbuh sedikit demi sedikit rasa bagaimana saya harus memposisikan diri kepada sang Khalik.

 

Setelah dalam diri ini tertanam rasa pasrah dan berserah diri, banyak sekali perubahan dalam kehidupan sehari-hari seperti kekhawatiran masalah Ekonomi mulai hilang, masalah kesehatan juga tidak ada masalah dan juga masalah lain yang berkaitan dengan keluarga. Walaupun ada tapi kita selalu bisa mengambil Hikmah dari masalah / kesulitan itu yang intinya adalah perjalanan hidup kita merupakan suatu Program sang Pencipta yang tujuannya adalah baik. Jadi rasa khawatir itu semua akan hilang dengan sendirinya.

 

Dalam awal mempelajari nya selalu ada rasa keraguan yang kaitannya dengan dosa yang terbesar yaitu Musyrik dan Bid’ah namun setelah mendalami apa kandungan dalam Pengajian ini ternyata keraguan itu hanya Provokasi Iblis yang tujuannya agar kita tidak belajar di Pengajian “Ridho Allah” tapi justru sebaliknya saya yang masih sangat minim pengetahuan Agama nya sekarang sedikit mengerti tentang ilmu Tauhid.

 

Kalau boleh saya contohkan sebelumnya bergabung dengan Pengajian ini saya mempelajari salah satu Olah Raga pernafasan yang tujuannya untuk kesehatan dan kekuatan kemudian dalam waktu yang cukup singkat dalam diri ini bisa timbul kekuatan yang saya tidak mengerti dari mana atau dari siapa sebenarnya kekuatan ini datang, setelah saya mengaji di Pengajian “Ridho Allah” saya mulai mengerti dari mana datangnya kekuatan itu dan yang terpenting dari siapa yang membantu kekuatan itu ada di ini.

Sejenak saya sadar bahwa Nabi kita sendiri tidak diberi kekuatan oleh Allah secara Instan semuanya berjalan sesuai dengan hukum Allah dari menanam, merawat dan memupuk baru kita bisa memetik hasilnya.

 

Jadi kesimpulan nya ketika baru belajar ngaji keraguan akan kemusyrikan itu ada tapi setelah saya mengaji jadi mengerti bahwa apa yang saya pelajari di Olah raga pernafasan dan kekuatan nya ternyata dibantu oleh mahluk yang seharusnya kita jauhi.

Pada kesempatan ini saya mengajak siapa saja untuk mengenal dulu kandungan dari Pengajian ini setelah itu kita bisa menentukan langkah selanjutnya agar kandungan Tauhid dalam hati kita semakin kental lagi dan Isya Allah kita akan termasuk orang yang mendapat Hidayah dari Allah SWT.

 

Saran saya marilah bergabung untuk mendapatkan kebahagiaan diri kita, keluarga kita, Agama dan juga bangsa ini karena dalam Pengajian ini salah satu Programnya adalah untuk menuju Indonesia Adil dan makmur.

 

Rongga ini terlalu perih untuk menghirup air mu

Sendi ini eterlalu pekat untuk menatap sinarmu

 

Walaupun berat aku harus tetap melangkah ke telaga itu 

Untuk membasahi rongga dan sendi yang mula membiru

 

Terima kasih telaga Rohaniku

Masih banyak ranting – ranting kering lainnya yang terjebak dalam ketandusan

 

Semoga air dan sinarmu bisa menghijaukan kembali tubuh ini

Dan Insya Allah akan mendapatkan Ridho darinya

Jadwal Pengajian seluruh cabang Ridho Allah untuk sementara di liburkan selama bulan Ramadhan. Aktifitas di saung setiap hari selama bulan Ramadhan: Ifthar, Sholat Magrib, Shalat Isya, Tarawih Berjamaah & Tadarus Qur'an
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H, Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan
iklan1
iklan 2
iklan3
Wednesday the 13th. Keluarga Besar Ridho Allah 2013