Rahyono (Realita Kehidupan)

Created on Wednesday, 24 July 2013

Rahyono adalah bapak dari 2 orang anak, 1 putri dan 1 putra. Dia kelahiran Purwodadi tepatnya tanggal 16 Maret 1968. Pendidikan terakhirnya Sekolah Menengah Pertama lulus tahun 1984. Cita-cita yang didambakan adalah dia berkeinginan untuk sukses didunia maupun akherat . Perjalanan hidupnya diawali dengan kepergiannya ke Jakarta tahun 1984 setelah lulus SMP. Awalnya bekerja direstoran di Jakarta. Hal ini hanya berlangsung satu tahun, karena tahun 1985 dia merantau ke Bandung dan bekerja di Peternakan. Inipun berlangsung hanya satu tahun juga. Tahun 1986 mencoba lagi mengadu nasib di Jakarta bekerja sebagai kuli kasar di proyek bangunan. Selanjutnya mencoba mandiri dengan mencoba membuka usaha kantin di SMEA 7 di Jalan Pinangsia Jakarta Kota. Tahun 1987 dia memberanikan diri untuk menikahi seorang gadis yang bernama Surati. Waktu terus berjalan rupa-rupanya belum sampai satu tahun usaha kantin bubar alias gagal. Usaha dialihkan ke usaha membuka warung Bakso dan minuman di Jalan Tanah abang . Nasib terus menimpanya, tanpa dikehendaki tahun 1990 usaha warungnya mengalami nasib yang tidak baik. Warungnya digusur dan dengan rasa putus asa dia bersama keluarganya pulang kampung. Dikampung akhirnya juga tidak betah. Dengan minta izin kepada istrinya Rahyono keluar kampung untuk mengembara. Pengembaraannya sampailah suatu pesantren di Aceh. Tahun 1991 dia pulang kampung dengan niat akan memboyong keluarganya ke Aceh. Hal ini karena mendapat pesan dari pimpinan pesantren agar memboyong keluarganya. Dengan pertimbangan bahwa kalau pergi jauh istrinya tidak tahan (mabuk) akhirnya pergi ke Aceh dibatalkan. Pilihan berikutnya Rahyono seorang diri merantau ke Jakarta lagi dan bekerja sebagai kuli bangunan di Perumahan Deppen Cimanggis.

 

Kisah awal menjadi anggota pengajian “Ridho Allah” berawal dari kisah berikut ini.

 

Disuatu sore ada seseorang yang menanyakan besi ke Rahyono. Kebetulan seseorang itu adalah Ir. Antono Basuki PH. Singkat cerita akhirnya pembangunan dirumah Ir. Antono dipercayakan kepada Rahyono. Karena waktu itu keluarga Ir. Antono belum mempunyai pembantu, maka dia menawarkan istrinya untuk membantu keluarga Ir. Antono. Setiap hari dia mendapat nasehat mengenai agama dari Ir. Antono dan berkat ketekunan mengikuti pengajian akhirnya Alhamdulillah saya telah menemukan jati dirinya. Seperti halnya anggota lainnya maka sekarang Rahyono telah berani membuka usahanya sendiri (membuat donat) dan sekali-kali menyampaikan dakwahnya kepada lingkungan dia bekerja.

Jadwal Pengajian seluruh cabang Ridho Allah untuk sementara di liburkan selama bulan Ramadhan. Aktifitas di saung setiap hari selama bulan Ramadhan: Ifthar, Sholat Magrib, Shalat Isya, Tarawih Berjamaah & Tadarus Qur'an
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H, Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan
iklan1
iklan 2
iklan3
Tuesday the 12th. Keluarga Besar Ridho Allah 2013