Hakikat Kembali Kepada Fitrah (Kekesucian Jiwa)

Created on Monday, 19 August 2013

 


Assalamualaikum Wr, Wb.

 

Alhamdullilah dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang kenyataanya sampai saat ini serta atas perkenan-Nya lah kita masih diberi kesempatan sehingga kita dapat berkumpul bersama dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk saling maaf-memaafkan karena kalau kita tidak saling memaafkan, Allah juga tidak akan memaafkan kita. Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Nabi Muhammad SAW, Nabi yang telah mengajarkan kepada kita pentingnya menunjukkan kepedulian kepada sesama. Keselamatan dan kesejahteraan semoga tercurah kepada beliau, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya dengan setia sampai akhir zaman. Menyambung apa yang disampaikan oleh ustadz Abu Khanif yaitu bahwa yang namanya Idul Fitri yaitu kembali ke fitrah atau kembali kepada kesucian, beberapa uraian atau tausyiah yang disampaikan oleh Ketua Umum Keluarga Besar Ridho Allah pada hari Minggu 18 Agustus 2013 dalam acara Halal Bihalal yaitu :

 

1. Kita kembali ke fitrah atau kesucian, kapankan kita mulai disebut suci? yaitu ketika manusia baru lahir jadi kalau kita kembali suci berarti sama ketika kita baru dilahirkan, Cuma bedanya kalau maksud lahir yang pertama umurnya baru mulai 0-1 hari, sedangkan kalau fitrah (suci) di Idul fitri ini kita diibaratkan terlahir kembali dalam keadaan suci pada usia yang berbeda-beda. Pada kodisi lahir yang pertama kita tidak tahu apa-apa atau tidak ingat sekali apa-apa sedangkan yang dimaksud lahir kedua yaitu pada saat sekarang ini kita menyadari bahwa ternyata kita terlahir dengan maksud Allah SWT yaitu hanya untuk mengabdi atau ibadah kepada Allah SWT, sesuai Firman Allah SWT yang ayatnya “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.“ (QS. Az-Dzariyat: 56).

 

2. Kita terlahir pada saat ini dalam kondisi sadar yaitu bahwa kita wajib hanya mengabdi kepada Allah semata. Kita contohkan dari pengertian tentang “Mengabdi” misalnya : Mengbadi kepada suatu perusahaan sebagai seorang karyawan/pegawai yang tentunya ada jam kerja perusahaan misalnya dari mulai jam 8:30 s.d. 17:00 dan peraturan itu patut/wajib ditaati oleh setiap karyawan/pegawai tersebut, begitu juga “Mengabdi kepada Allah SWT” tentu saja ada jam kerjanya yaitu mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali, mengapa demikian ? karena hanya Allah lah yang Maha Bisa mulai dari kita dibangunkan dan ditidurkan kembali, maka itulah jam kerjanya kita (mengabdi) kepada Allah. 

 

3. Mengabdi tentunya mentaati/menjalaninya bukan menentangnya, jadi apapun perintah-Nya tentunya kita berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mentaati atau menjalainnya bukan menentangnya. Oleh karena itu, jika ada manusia yang menyombongkan diri tidak mau mengabdi dan tunduk kepada Allah SWT, maka ia telah mengingkari/membangkang tujuan ia diciptakan/dilahirkan maka akibatnya dari keingkaran tersebut, ia akan jadi penghuni neraka dalam keadaan dihinakan

 

4. Jadi setelah terlahir tadi bahwa kita harus Mengabdi kepada Allah SWT yang ada ketetapan jam kerjanya, selain dari itu ada juga yang disebut aturan mainnya karena yang menjalankan atau koordinatornya. Contoh Ilmu Boneka, sebuah boneka bisa berbicara jika pakai battre, sebaliknya kalau tidak pakai battre boneka tsb tidak akan bisa berbicara. Jadi boneka sebelum bisa berbicara dan ingin berbicara maka harus dipasang battre terlebih duhulu. Jadi pada intinya, jika Allah memberi kesempatan waktu kepada kita, tidak perlu kuatir tidak bisa makan pasti makan dan Allah memberi perintah kepada kita tentunya bersama dengan berapa perencanaan yang tepat dan baik.

 

5. Perencanaan Allah. Misalnya Allah akan menciptakan sesuatu mahluk tentunya dengan perencanaan untuk sesuatu yang akan diciptakan-Nya. Dengan ke Maha Baikan, Allah SWT berfirman "..........mohonlah kepada-Ku niscaya Aku (Allah) akan kabulkan permohonan kalian." (QS. Al Mukmin : 60) tentunya kalau kita menjalankan perintah-Nya. Misalnya Kita mohon kepada Allah terus dikabulkan, yang dikabulkan baru pemintaanya dulu kan? dan belum terwujud kan? Untuk mewujudkannya misalnya dari yang semula tidak sabar menjadi sabar dan Allah mengetahui bahwa yang namanya sabar itu adalah mampu menerima sesuatu yang tidak mengenakan dihati dan tentunya Allah juga mempunyai rencana sesuatu yang tidak mengenakan dihati tetapi sesuai (cocok) dengan kemampuannya. Pada intinya Allah SWT membuat suatu perencanaan yang rapih dan baik buat kita.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Admin : Asep N/VIII/2013

 

foto2 dokumentasi Halal Bi Halal Keluarga Besar Ridho Allah 1434H bisa dilihat disini

Jadwal Pengajian seluruh cabang Ridho Allah untuk sementara di liburkan selama bulan Ramadhan. Aktifitas di saung setiap hari selama bulan Ramadhan: Ifthar, Sholat Magrib, Shalat Isya, Tarawih Berjamaah & Tadarus Qur'an
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H, Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan
iklan1
iklan 2
iklan3
Wednesday the 13th. Keluarga Besar Ridho Allah 2013