Mengungkap Tabir Krisis ekonomi dan Permasalahan Hidup lainnya Berdasarkan Al-Qur'an

Created on Wednesday, 24 July 2013

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

 

(Jkt.02/01/2011). Yang terhormat bapak-bapak ibu-ibu sekalian Anggota Keluarga Besar Ridho Allah juga para pembaca yang budiman melalui website tentang artikel ini marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT bahwasannya sampai saat ini kita masih diberi rahmat dan hidayah yang tentunya tidak bisa kita hitung satu persatu, salam dan sholawat marilah kita haturkan kepada jungjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW dan keluarga, para Sahabat serta para pengikutnya yang setia sampai akhir jaman.

 

Jemaah yang berbahagia, sesuai dengan program di Keluarga Besar Ridho Allah bahwasannya acara pengajian ini pertama memang dimaksudkan untuk meningkatkan ibadah dan pengetahuan masalah ajaran-ajaran Allah SWT, yang kedua yang tidak kalah pentingnya untuk membina sekaligus merupakan latihan kita semua untuk menjadi dai atau penceramah diluar lingkungan kita karena ajaran ini ternyata banyak yang memerlukan, jadi tidak usah sungkan dan takut jika ada kekeliruan dalam menyampaikannya yang penting tidak disengaja dan kalau memang salah, itu bisa diluruskan kembali, namanya juga tempat latihan jika dalam latihan ada yang salah itu wajar daripada tidak ada keberanian untuk latihan karena tidak ada rumus orang langsung bisa tanpa latihan.

 

Jemaah Ridho Allah dan Pembaca yang budiman, yang perlu kita garis bawahi, memang hidup itu perlu yang namanya kestabilan ekonomi, oleh karena itu Allah SWT dan Rasullulah telah mengingatkan bahwa “Kemiskinan bisa mendekati kekufuran” akan tetapi harus diingat dan sangat penting juga bersamaan kita melangkah ke ekonomi itu ada ayatnya dan ini sangat berkaitan dengan yang lainnya jadi jangan hanya satu fokus saja yaitu mencari uang, disini ada ayatnya bahwa : “Sebagian dari rejeki yang kita terima ada hak orang lain”.

 

Jamaah Ridho Allah dan Pembaca yang budiman, sesuai dengan judul diatas, maka pembahasan kita ini akan tertuju kepada perkara ekonomi secara umum. Pada saat situasi ini yang sering sekali terjadi adalah banyaknya yang mengeluhkan dan cukup menyusahkan berbagai kejadian-kejadian dilingkup keluarga, biasanya adalah masalah ekonomi, penyakit, masalah anak dan lain sebagainya. Yang paling dominan atau rata-rata banyak yang mengeluhkan tentang ketidak stabilannya ekonomi salah satu contohnya adalah perdagangan mie ayam yang biasanya seharian laku 50 mangkok, terus hari berikutnya berkurang jadi 10 mangkok dan besoknya lagi malah 5 mangkok bahkan semakin hari semakin tambah merosot penjualannya yang tidak jelas penyebabnya, yang punya hutang entah kapan lunasnya bukannya bisa membayar malah bisa jadi menambah jumlah utangnya, inilah saat sekarang kebanyakan kodisi pada umumnya seperti itu . Kita harus sepaham, bahwa yang namanya ajaran Allah yaitu melalui agama Islam adalah pasti sempurna, pertanyaan “kira-kira mampu apa tidak cara  mengatasi masalah problem kehidupan itu dengan ajaran Allah? Jawabanya tentunya “mampu” karena Ajaran Allah itu memang sebagai panduan untuk menjalani kehidupan atau way of life. Cuma permasalahannya bagaimana kita bisa memanfaatkan ajaran Allah itu untuk mengatasi masalah – masalah kehidupan yang dihadapi, dalam Al-Quran surat Al-Baqaraah Ayat  214 :

 

 “Taukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk “SURGA” padahal belum datang kepadamu cobaan seperti yang dialami orang2 terdahulu sebelum kamu, mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang dengan berbagai cobaan sehingga Rosul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata “Kapankah datang pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”

 

KONDISI MENDERITA TAPI MENUJU KEBAHAGIAAN (SURGA)

 

Yang dimaksud dalam surat tersebut diatas menjelaskan tentang kondisi ‘penderitaan’ tapi penderitaan disini dalam arti menuju perjalanan ke surga (kebahagiaan). Terus yang kedua merasa penderitaan demi penderitaan beratnya seakan terus bertambah, dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Rasullulah dan orang-orang beriman itu sampai berkata “Kapan ya Alloh, Engkau menolong saya?’, kemudian Allah SWT menjawab dalam ayat tersebut ‘Bahwa pertolonganKu sudah dekat’ artinya kalau kita sudah menurun dan kita sudah angkat tangan dalam arti menyerah sama Allah tentunya sudah dekat pertolongan Allah, permasalahannya bagaimana supaya Allah cepat memberi pertolongan..? mari kita simak petikan Al’quran dalam QS 7 : 182

 

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur kearah kebinasaan dengan cara mereka tidak ketahui”.

 

KONDISI MENDERITA TAPI MENUJU KEBINASAAN (KEHANCURAN)

 

Pada ayat tersebut sama kondisinya dengan ayat sebelumnya yaitu menggambarkan kondisi sama-sama menderita cuma bedanya didalam ayat ini Penderitaan menuju kebinasaan dengan cara yang mereka tidak ketahui dan bingung sedangkan yang tadi diatas menjelaskan Penderitaan Menuju Kebahagiaan. Yang dimaksud mereka menuju kebinasaan yaitu “orang orang yang kurang sungguh-sungguh dalam menjalani ajaran-ajaran Allah” dan mendustakan ayat-ayat Kami, artinya mendustakan yaitu mereka tahu ayat-ayat tersebut tapi tidak meyakininya.

 

Berikutnya QS 75 : 2

 

“Dan Aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali dirinya sendiri”

 

Maksudnya ayat tersebut bahwa Allah SWT bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali dirinya sendiri, berarti pasti kita akan menyesal oleh karena itu didalam menyelesaikan permasalahan hidup ini jangan sekali-kali bertindak “gegabah” dan jangan merasa sudah bisa dan itu pasti benar, nanti dulu, kita akan menyesal. Oleh karena itu untuk mengurangi penyesalan, mari kita bersama-sama saling ingat mengingatkan, saling diskusi didalam menjalani kehidupan ini.

 

QS 75  Ayat 16 s/d 19 :

 

Ayat 16 : “Jangan engkau (Muhammad) gerakan lidahmu untuk membaca Al-quran karena hendak cepat-cepat menguasainya”.

 

Ayat 17 : “Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkan didadamu dan membacakannya”.

 

Ayat 18 : “Apabila kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu….”

 

Ayat 19 : “Kemudian sesungguhnya kami yang akan menjelaskannya.”

 

Maksud “Kami” disini berarti itu group aparatnya Allah SWT yaitu Malaikat disitu disebutkan berlaku kepada Rasul artinya kita-kita ini perlu BERGURU, jangan sendiri-sendiri dalam pencarian. Dijelaskan kembali bahwa Kami disini artinya Malaikat yang mengajarkan Rasullulah agar jangan tergesa-gesa, Kami masukkin dulu ke dadamu dan dibacakan lalu engkau ikuti.

 

Jadi jangan sekali-sekali mencari sendiri-sendiri,

 

buktinya ada dalam QS 7 : 30 :

 

“Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi sepantasnya menjadi sesat, mereka menjadikan syetan-syetan sebagai pelindung selain Allah, mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk .. «

 

Jadi kenapa kita harus jelas-jelas berguru, berdiskusi atau saling ingat mengingatkan tapi jangan mencoba mencari sendiri-sendiri tanpa seorang pembimbing? karena itu kita bisa-bisa pada kondisi yang dikuasai syetan yang akan punya anggapan bahwa dirinya sudah merasa benar walaupun itu “SALAH”, dan akan merasa terpimpin, jadi ternyata pada dikuasai syetan pasti merasa “BENAR” ini bahayanya kalau tidak “BERGURU” atau tidak saling ingat mengingatkan, makanya disebutkan dalam Al-quran di QS 75 ayat 2 pasti dia akan “MENYESAL” .

 

Berkaitan dengan QS Al-Baqarah Ayat 214 bahwa kita itu diuji dan harus  tahu bahwa diuji sebenarnya maksudnya apa?  Kenapa sebenarnya Allah SWT menguji kita ? Ternyata Allah SWT sebelum menguji, kita sudah diberi-Nya sesuatu yang namanya “PERALATAN/SARANA“ ditubuh kita untuk menyelesaikan ujian itu dan tidak mungkin kalau tidak diberi “SARANA“ dulu, misalnya saja disekolah, sebelum siswa diuji pasti diberikan teorinya dulu baru akan menjawab soal-soal ujian itu. Kitapun ternyata sebelum menyelesaikan permasalahan-permasalahan tadi Allah SWT telah memberi “ALAT/SARANA“ diantarannya mari kita simak dalam Al-Quran Surat 76 : 2 yang artinya :

 

“ Sungguh Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang kami hendak  “MENGUJINYA“ dengan “PERINTAH “ dan  “LARANGAN“ karena itu Kami jadikan dia  “MENDENGAR dan  MELIHAT “.

 

Jadi Allah SWT memberikan panca indera sama kita untuk menyelesaikan ujian ini berupa “PERINTAH dan LARANGAN” jadi sebisa mungkin kita manfaatkan sarana-sarana yang telah diperikan Allah SWT untuk menyelesaikannya, jadi sudah jelas bahwa sekarang kita sudah tahu alat/sarana yang dipakai termasuk hidayah dsb yang diberikan Allah SWT kita  “MANFAATKAN“ memang itu Allah SWT akan menguji. Maksud lain yang lebih tegas lagi tentang Allah menguji manusia, mari kita simak lagi Surat QS 6 : 42 yang berkaitan dengan kesulitan-kesulitan yang dialami kita ;

 

“Dan sungguh Kami telah mengutus Rosul-Rosul kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian kami siksa mereka dengan menimpakan   “KEMELARATAN dan KESENGSARAAN“ agar mereka MEMOHON kepada Allah dengan KERENDAHAN HATI.“

 

Jelas, ternyata kita mengalami penderitaan demi penderitaan, kesengsaraan demi kesengsaraan seolah tak berkesudahan. Jadi dalam ayat tersebut ditegaskan agar kita segera MEMOHON kepada Allah dengan segala kerendahan hati.

 

Jadi langkah pertama kita harus segera  “MEMOHON“ kepada Allah SWT dengan segala kerendahan hati. Pertanyaanya MEMOHON apa.. ? Seperti apa yang disampaikan diatas bahwa kondisi penderitan itu ada 2 (dua) yaitu satu Penderitaan Menuju Bahagia (syurga) dan satu Penderitaan Menuju Binasa. dikarenakan Penderitaan Yang Menuju Binasa itu disebabkan oleh kesalahan kita sendiri, maka pertama-tama kita mohonnya yaitu mohon AMPUN  kemudian TOBAT, baru menjalankan Ajaran-Nya.

 

Bagaimana agar Allah SWT segera memberi pertolongan kepada kita? Mari kita perhatikan dalam Al-quran QS 4 : 28 yang artinya :

 

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu karena manusia diciptakan bersifat “LEMAH”.

 

Yang kita inginkan adalah “keringanan” dari Allah perihal “penderitaan-penderitaan” yang kita alami? Didalam Alquran diatas dijelaskan bahwa manusia diciptakan dalam kondisi LEMAH, makanya pada waktu kita memohon kepada Allah SWT janganlah bersikap dan berlagak sok MAMPU, sok petantang petenteng.

 

Jadi sangat jelas sekali bahwa Allah SWT akan segera memberikan keringanan kepada kita JIKA:

 

- kita benar-benar menyatakan dalam kondisi tidak mampu dan lemah,

- memohon dengan segala rendah hati, atau

- lebih dalam lagi yaitu “La haula wala kuwwata illa billah……… ..!!

hal ini memang tidak mudah karena syetan itu akan selalu mengincar dan menyusup makanya harus hati-hati dan waspada.

 

Sedangkan Penderitaan Menuju Kebahagiaan (Syurga), kita tinggal angkat tangan (pasrah) sama Allah, bahwa sesungguhnya PERTOLONGAN sudah DEKAT.

 

 

KATA KUNCI PAMUNGKAS:

 

Permohonan yang bagaimana dan apa yang harus kita lakukan sehingga mantap dan bahagia, mari kita buka Al-quran Surat Al-Fatihah ayat 6 dan 7 :

 

“Tunjukilah kami jalan yang lurus yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya.”

 

“Bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”

 

Dalam ayat tersebut diatas jelas sekali ternyata kalau kita berjalan dijalan yang lurus pasti kita akan bahagia / Nikmat. Jalan lurus yang bagaimana ya Allah ? yaitu orang yang dapat kenikmatan dari Allah itu coba kalian tanya.

 

Terus bagaimana bila sudah tahu jalan lurus kemudian supaya bisa jalani..? jawabannya kembali ke Ilmu 7 Penjernih Hati lagi.

 

Kesimpulannya :

 

Dengan realita kondisi krisis ekonomi dan yang lainnya semakin merosot tajam bila dipandang secara umum, itu ada 2 (dua) Bisa menuju Kebahagiaan (syurga) juga kemungkinan Bisa Menuju Binasa dan kita tidak tahu penyebabnya apa, walaupun sudah dijelaskan kalau muncul binasa itu sebenarnya itu karena kesalahan kita kurang mentaati ajaran Allah tetapi karena tidak tahu pasti saat itu dia sudah merasa mentaati ajaran Allah, kalau tahu pasti bahasa ayatnya seperti ini “kamu menuju binasa dan kamu tahu” tapi kenyataannya tidak diketahui (QS 7 : 182). Terus bagaimana membedakannya bahwa saya sudah benar apa belum, itu gunanya BERGURU, berkelompok saling ingat mengingatkan atau singkat cerita ayat terakhir adanya di Surat  Al-Fatihah ayat 5,6,7

 

Demikian kami sampaikan dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, apabila ada tutur kata yang salah dan kurang berkenan kami mohon maaf sebesar-besarnya.

 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

Ir. Antono B & Crew

 

 

Jadwal Pengajian seluruh cabang Ridho Allah untuk sementara di liburkan selama bulan Ramadhan. Aktifitas di saung setiap hari selama bulan Ramadhan: Ifthar, Sholat Magrib, Shalat Isya, Tarawih Berjamaah & Tadarus Qur'an
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H, Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan
iklan1
iklan 2
iklan3
Wednesday the 13th. Keluarga Besar Ridho Allah 2013