Menuju Sholat Khusyu

Created on Wednesday, 24 July 2013

 

Shalat adalah ibadah yang terpenting dan utama dalam Islam. Dalam rukun Islam Shalat merupakan deretan yang kedua setelah mengucapkan dua kalimah syahadat. Rasulullah bersabda, “Islam dibangun atas lima pilar: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, berhaji ke ka’bah baitullah dan puasa di bulan Ramadlan.” Ketika menyebutkan ciri-ciri orang yang bertaqwa pada awal surah Al-Baqarah, Allah menerangkan bahwa menegakkan ibadah shalat adalah ciri kedua setelah beriman kepada yang ghaib (Al-Baqarah: 3). Ibadah shalat ini diproses lewat suatu kejadian yang sangat agung yang kita kenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj – Rasulullah SAW dan tidak menerima melalui perantaraan malaikat Jibril, melainkan Allah SWT langsung mengajarkannya. Dari sini tampak dengan jelas keagungan ibadah shalat. Bahwa shalat bukan masalah ijtihadi (baca: hasil karangan otak manusia yang bisa ditambah dan dikurangi) melainkan masalah ta’abbudi (baca: harus diterima apa adanya dengan penuh keta’atan dan keihklasan). Sekecil apapun yang akan kita lakukan dalam shalat harus sesuai dengan apa yang diajarkan Allah SWT langsung kepada Rasul-Nya, dan yang diajarkan Rasulullah SAW kepada kita sampai sekarang dan bahkan sampai masa berakhirnya jaman bahwa yang namanya ritual shalat akan tetap begitu dan tidak akan berubah-rubah.

 

Ritual shalat adalah tata cara pelaksanaan dalam shalat, termasuk di dalamnya berapa rakaat dan kapan waktu masing-masing shalat (shubuh, zhuhur, ashar, maghrib, isya’) yang harus ditegakkan. Dalam hal ini tidak ada seorang pun dari sejak sahabat Rasulullah SAW, apalagi para ulama, yang mencoba-coba berusaha merevisi atau menginovasi tentang shalat. Umpamanya yang empat rakaat dikurangi menjadi tiga, yang tiga ditambah menjadi lima, yang dua ditambah menjadi empat dan lain sebagainya, karena shalat sudah merupakan ketetapan mutlak yang tidak bisa direvisi dan diinovasi seperti UUD 45.

 

Mungkin seseorang mengatakan, benar kita harus mengikuti Rasulullah, tapi bagaimana kalau kita selama ini melakukan shalat tetapi selama itu pula tidak mengerti apa makna bacaan yang kita baca dalam shalat? bahkan bisa saja melakukan shalat itu cuma dijadikan sebagai mengugurkan kewajiban saja? Bukankah itu justru akan mengurangi nilai ibadah shalat itu sendiri, bahkan bisa jadi tak bermakna sama sekali (tidak ada gregetnya)? Berarti kita hadir dalam melakukan shalat tak jauh bedanya seperti burung beo atau seperti orang mabuk artinya mengucapkan sesuatu tetapi tidak paham apa yang kita ucapkan...........??

 

Untuk mengerti bacaan dalam shalat, caranya tidak mesti dengan membaca terjemahannya ketika shalat, melainkan kita bisa melakukannya di luar shalat. Sebab, tindakan membaca terjemahan dalam shalat akan merusak shalat itu sendiri. Jadi, mengapa kita harus mengorbankan shalat demi memahami bacaan yang kita baca dalam shalat? Wong itu bisa kita lakukan di luar shalat.

 

Shalat itu harus ditegakkan secara sempurna: baik secara ritual dengan memenuhi syarat dan rukunnya, tanpa sedikitpun mengurangi atau menambah, maupun secara spiritual dengan melakukannya penuh kekhusyuan. Memang secara fikih shalat Anda sah bila memenuhi syarat dan rukun’nya secara ritual, tapi apa makna shalat Anda bila tidak diikuti dengan kekhusyuan ?? Perihal kekhusyukan ini Alquran telah menjelaskan:

 

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ

 

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu.” (Al-Baqarah: 45).

 

Dalam hal ini tentu shalat yang dimaksud bukan hanya sekedar shalat saja melainkan bagaimana shalat yang benar-benar ditegakkan secara sempurna: memenuhi syarat dan rukunnya, lebih dari itu penuh dengan kekhusyukan. Karena hanya dengan shalat yang seperti inilah yang akan membimbing pada kemuliaan berperilaku juga akan benar-benar memberikan ketenangan yang hakiki pada rohani, seperti yang dinyatakan dalam Alquran: “dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar ”. (Al-Ankabut: 45). dan (Al-Mukminnun 1 & 2)

 

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ 

 

1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

 

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

 

2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sholatnya,

 

Dalam bukunya tanbihul ghafiliin, bab khusus dengan judul: Bab itmamush shalaati wal khusyu’u fiihaa (Bab: Menyempurnakan dan khusyuk dalam shalat), disebutkan dalam buku ini bahwa orang yang sembahyang banyak, tetapi orang yang menegakkan shalat secara sempurna sedikit sekali. makanya kini, kita menyaksikan orang-orang shalat di mana-mana. Tetapi, hanya sebagian saja dari mereka yang benar-benar menikmati buah dari shalatnya. Wallahu A’lam bish shawab.

 

Maka dari itu dengan segala kerendahan hati, kami dari Yayasan Ridho Allah menghimbau, mengajak kepada kaum muslimin dan muslimat untuk belajar sama-sama menuju sholat yang khusyuk agar kita mendapatkan seperti apa yang disebutkan diatas.

 

Yayasan Ridho Allah membuka kesempatan selebar-lebarnya untuk memberikan bimbingan secara gratis (tidak dipungut biaya apapun) bagi siapa saja yang berkeinginan untuk mencapai kriteria sholat khusyuk tersebut, Insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama, 2 atau 3 jam saja anda sudah bisa merasakan berbeda setelah mempraktekkan shalat khusyuk tersebut dari sebelumnya. Bagaimanapun juga anda-anda sendirilah yang akan merasakan nikmatnya shalat tersebut.

 

Silahkan hubungi kami baik secara surat ataupun email ( This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.) yang ditujukan kepada Yayasan Ridho Allah yang beralamat SAUNG PERSINGGAHAN RIDHO ALLAH, RT.01/04 Gang. Kenari - Jl. Kapitan 3 - Tapos - Babakan Sukatani - Depok atau untuk konfirmasi lebih lanjut silahkan contact person sdr. Asep di 0812-86124234 atau 0858-10477667

 

Wabilahi taufik wal hidayah wassalamua'laikum wr. wb.

Jadwal Pengajian seluruh cabang Ridho Allah untuk sementara di liburkan selama bulan Ramadhan. Aktifitas di saung setiap hari selama bulan Ramadhan: Ifthar, Sholat Magrib, Shalat Isya, Tarawih Berjamaah & Tadarus Qur'an
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H, Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan
iklan1
iklan 2
iklan3
Wednesday the 13th. Keluarga Besar Ridho Allah 2013