SIAPAKAH JIN - IBLIS - SETAN bag.1

Created on Wednesday, 24 July 2013

 

Bicara tentang makhluk ghaib Jin, Iblis dan Syetan (JIS) yang seringkali disebutkan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah, bahkan mayoritas kitapun sudah tidak asing lagi mendengarnya, akan tetapi masih saja menyisakan kontroversi hingga saat ini. Namun yang jelas, eksistensi JIS diakui untuk tidak diragukan lagi. Apabila masih ada dari kalangan muslim yang meragukan keberadaan JIS maka teramat pantas jika keimanannya diragukan. Tinggal persoalannya, apakah JIS itu merupakan tiga makhluk yang punya sebutan berbeda dengan penciptaan yang berbeda pula ? disini redaksi akan mencoba mengupas dan memaparkan tentang mahluk JIS yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah juga dari berbagai artikel-artikel yang berkaitan dengan ini.

 

I. JIN

 

Kembali kami kemukakan bahwa tidak ada satupun dari golongan kaum muslimin yang mengingkari keberadaan jin. Demikian pula mayoritas kaum kuffar meyakini keberadaannya. Ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani pun mengakui eksistensinya (jin) sebagaimana sama pengakuan kaum muslimin, meskipun ada sebagian kecil dari mereka yang mengingkarinya. Sebagaimana pula ada diantara kaum muslimin yang mengingkarinya yaitu hanya dari kalangan orang bodoh dan sebagian Mu’tazilah.

 

Gambaran tentang jin

 

Al-jinnu berasal dari kata janna syai`un yajunnuhu yang bermakna satarahu (menutupi sesuatu). Maka segala sesuatu yang tertutup berarti tersembunyi. Jadi, jin itu keadaannya tersembunyi (Ghaib) tidak terlihat dengan mata telanjang oleh Manusia. Jin memiliki roh dan jasad. Dalam hal ini, Syaikhuna Muqbil bin Hadi rahimahullahu mengatakan: “Jin memiliki roh dan jasad. Hanya saja mereka dapat berubah-ubah bentuk juga dapat menyerupai sosok tertentu, serta mereka bisa masuk dari tempat manapun. Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada kita agar menutup pintu-pintu sembari Beliau mengatakan: ‘Sesungguhnya setan tidak dapat membuka yang tertutup’. Beliau memerintahkan agar kita menutup bejana-bejana dan menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala atasnya. Demikian pula bila seseorang masuk ke rumahnya kemudian membaca Bismillah, maka setan mengatakan: ‘Tidak ada kesempatan menginap’. Jika seseorang makan dan mengucapkan bismillah, maka setan berkata: ‘Tidak ada kesempatan menginap dan bersantap malam’.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin).

 

Kecuali Kanjeng Nabi Muhammad SAW, Jin bisa menyerupai apa saja juga bisa berubah-ubah dalam bentuk yang banyak, bisa seperti manusia dan binatang-binatang, apa itu berupa ular, kalajengking, unta, sapi, kambing, kuda,  keledai, burung, kucing hitam dan anjing hitam. Sebagaimana hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam riwayat Muslim:

 

الْكَلْبُ اْلأَسْوَدُ شَيْطَانٌ

“Anjing hitam adalah setan.”

 

Tulang dan kotoran hewan adalah makanan jin, di dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Abu Hurairah radhiallahu 'anhu:

“Carikan beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci dan janganlah engkau carikan tulang dan kotoran hewan.” Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata: “Aku pun membawakan untuknya beberapa buah batu dan kusimpan di sampingnya. Lalu aku menjauh hingga beliau menyelesaikan hajatnya.” Aku bertanya: “Ada apa dengan tulang dan kotoran hewan?” Beliau menjawab: “Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin, dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Maka aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkan makanan.” (HR. Al-Bukhari no. 3860 dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu)

 

Dalam Al-Quran, Allah SWT menyebutkan beberapa kali kata ‘jin’, bahkan ada satu surat yang secara khusus membahas tentang jin yaitu surat Al-Jin.

Bila disimpulkan secara sekilas, maka ada hal-hal yang bisa ketahui dari Al-Quran  tentang siapakah sosok jin itu.

 

1. Jin diciptakan oleh Allah SWT dari api.

 

Allah SWT menyebutkan bahwa jin itu diciptakan sebelum diciptakannya manusia yaitu dari api yang sangat panas, juga disebutkan terbuat dari nyala api, berikut Firman Allah (QS.Al-Hijr : 27) :

 

    وَالْجَآنَّ خَلَقْنَاهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِ

Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.

 

dan (QS.Ar-Rahman : 15 ).

 

 وَخَلَقَ الْجَانَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ

”dan Dia menciptakan jin dari nyala api .

 

2. Jin ada yang muslim dan ada yang tidak.

 

Karena jin lebih dulu ada, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mendahulukan penyebutannya daripada manusia ketika menjelaskan bahwa mereka diperintah untuk beribadah seperti halnya manusia, sebagaimana firman Allah yaitu (Adz-Dzariyat: 56) :

 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”

 

Jadi merekapun ada yang shalih (muslim), mereka berpegang teguh dengan agamanya, memiliki masjid-masjid, melakukan shalat atau ibadah yang lainnya tempat tinggalnya di masjid-masjid, mushola-mushola dan tempat-tempat yang baik tapi sebatas yang mereka ketahui ilmunya. Hanya saja mayoritas mereka itu bodoh. Merekapun mempunyai jasad dan ruh dan bisa mati sama seperti manusia hanya saja mereka rata-rata berumur panjang dan tersembunyi (Ghaib).”

 

Sedangkan jin yang kesetanan prilakunya jahat dan merusak untuk mengganggu manusia, mereka tinggal di kamar mandi dan tempat-tempat yang kotor dan bau, pohonan besar, batu-batu besar, patung-patung, perbukitan yang terjal-terjal dan lain sebagainya (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin).

 

Jadi jelasnya, keberadaan jin merupakan hal yang tak dapat disangkal lagi mengingat bersumber dari Al-Quran dan pemberitaan para nabi yang sudah sangat mutawatir dan diketahui orang banyak. Secara pasti, kaum jin adalah makhluk hidup dan mereka melakukan segala sesuatu dengan kehendaknya. Bahkan merekapun dibebani perintah dan larangan, hanya saja mereka tidak memiliki sifat dan tabiat seperti yang ada pada manusia atau selainnya.

 

Kalau kita perhatikan dijaman sekarang yang semuanya sudah serba canggih dengan ilmu pengetahuan & teknologi modern yang segala sesuatunya harus riil (nyata). Padahal sudah kurang bagaimana lagi Sang Maha Ghaib Allah SWT meyakinkan kita (manusia) agar bisa mengimani hal-hal yang gaib dan menyadari serta menerima bahwa mereka (JIS) itu berada diantara kita. Banyak sekali kejadian-kejadian aneh yang ditunjukkan bahkan diluar nalar (logika) / akal manusia contohnya kejadian kesurupan massal baik dilingkungan keluarga, sekolahan dan pabrik-pabrik, bahkan mahluk ghoibpun (jin) sudah pada berani menampakan diri seperti contoh hasil tangkapan kamera pada gambar photo dibawah ini dan sama sekali bukan rekayasa atau dibuat-buat. 

Tapi anehnya orang-orang filsafat, pemikir-pemikir ulung masih juga mengingkari atau mengelak tentang keberadaan mereka sebagai contohnya dalam perkara ini, Muhammad Rasyid Ridha telah keliru. Dia mengatakan: “Sesungguhnya jin itu hanyalah ungkapan/gambaran tentang bakteri-bakteri. Karena ia tidak dapat dilihat kecuali dengan perantara mikroskop.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah minal Jin oleh Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullahu). 

Jadwal Pengajian seluruh cabang Ridho Allah untuk sementara di liburkan selama bulan Ramadhan. Aktifitas di saung setiap hari selama bulan Ramadhan: Ifthar, Sholat Magrib, Shalat Isya, Tarawih Berjamaah & Tadarus Qur'an
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H, Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan
iklan1
iklan 2
iklan3
Wednesday the 13th. Keluarga Besar Ridho Allah 2013